Prof. Dr. H. Dailami Firdaus, peran pemuda dalam mengamalkan Empat Pilar

Prof. Dr. H. Dailami Firdaus Anggota MPR DPD RI Dapil DKI Jakarta mengelar sosialisasi Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara hari ini, Sabtu (24/06/2023). Dalam kesempatan itu, Bang Dailami sapaan akrab Prof. Dr. H. Dailami Firdaus menekankan Peran Pemuda atau Milenial dalam mengimplementasikan nilai-nilai pancasila sebagai dasar dari pembangunan bangsa.

Disinilah pentingnya peran pemuda dalam mengamalkan pengetahuan, khususnya pemahaman tentang nilai-nilai Pancasila. Karena dalam jiwa pemuda memiliki potensi yang besar dan pemuda memiliki semangat yang sangat besar dan selalu berapi-api. Karena itu bila semangat bercampur dengan pengetahuan dan diimplementasikan melalui tindakan maka akan terciptalah suatu perubahan kearah lebih baik. Pemuda sebagai agen perubahan (agent of change) ini merupakan suatu keniscayaan, bahkan dalam perjalanan sejarah bangsa-bangsa di dunia, telah tertorehkan beragam peran pemuda dalam hal perubahan.

Kita sama-sama ketahui bagaimana peran pemuda begitu penting dalam penyatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia yaitu melalui lahirnya Sumpah Pemuda. Lalu dalam kemerdekaan, para pemuda mengambil peran yang sangat krusial yang dikenal dengan Peristiwa Rengasdengklok, yang disebut sebagai penculikan dua tokoh, Sukarno dan Mohamad Hatta oleh sejumlah pemuda antara lain Chaerul Saleh, Wikana, dan Soekarni. Keduanya diculik dari Jalan Menteng 31, Jakarta menuju Rengasdengklok, Karawang. Penculikan tersebut berlangsung sekitar pukul 03.00 dini hari, sehari menjelang kemerdekaan Indonesian dimana golongan pemuda menginginkan supaya proklamasi dilakukan secepatnya tanpa melewati PPKI yang diasumsikan sebagai badan hasil bentukan pemerintah Jepang. Ucap Bang Dailami

Dengan mengikuti sosialisasi empat pilar kebangsaan ini, saya berharap besar agar para pemuda dapat mewujudkan segala nilai yang terkandung didalamnya mulai dari lingkungan terdekat dalam kehidupan sehari-hari guna menanamkan wawasan kebangsaan dan rasa cinta tanah air yang menjadi modal dasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Tutup Bang Dailami