Habib Said Abdurrahman : Melewati Bonus Demografi Empat Pilar Kebangsaan merupakan suatu sistem yang tidak boleh ditinggalkan satupun.

Palangkaraya, 16 November 2023
saat ini Indonesia sedang berada dalam periode Bonus Demografi. Indonesia merupakan negara peringkat keempat yang memiliki jumlah penduduk terbanyak di dunia. Jumlah penduduk di Tanah Air terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.
Jumlah penduduk Indonesia mencapai 275,36 juta jiwa pada Juni 2022. Dari jumlah tersebut, ada 190,83 juta jiwa (69,3%) penduduk Indonesia yang masuk kategori usia produktif, 67,16 juta jiwa (24,39%) penduduk usia belum produktif dan sebanyak 17,38 juta jiwa (6,31%) merupakan kelompok usia sudah tidak produktif. Dengan komposisi jumlah penduduk tersebut, maka rasio ketergantungan/beban tanggungan (depency ratio) sebesar 44,3%. Artinya setiap 100 jiwa penduduk usia produktif menanggung sebanyak 44-45 jiwa penduduk usia tidak produktif.
Bonus demografi menjadi kesempatan yang baik bagi sebuah negara. Ketika jumlah penduduk usia produktif meningkat, maka jumlah potensial tenaga kerja dalam suatu perekonomian juga akan meningkat. Para pekerja ini akan ikut berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi, menghasilkan pendapatan dan menggerakkan perekonomian dengan pengeluaran belanja yang dilakukan. Sehingga dengan jumlah penduduk usia produktif yang meningkat, maka peluang pertumbuhan ekonomi semakin besar.

Meningkatnya jumlah penduduk usia produktif ini juga mengurangi rasio penduduk yang berusia lanjut usia, yang tergantung pada penduduk usia produktif dalam merawat dan berkontribusi membayar pensiun dan jaminan sosial mereka.
Tetapi, jika bonus demografi ini tidak dipersiapkan dan dimanfaatkan dengan baik, maka akan membawa dampak buruk terutama masalah sosial seperti kemiskinan, kesehatan yang rendah, pengangguran, dan tingkat kriminalitas yang tinggi.
Empat Pilar Kebangsaan merupakan suatu sistem yang tidak boleh ditinggalkan satupun, karena jika salah satu pilar tidak berfungsi maka bagian yang lain juga tidak akan bisa berfungsi normal. Demikian dikatakan Habib Said Abdurrahman Anggota DPD RI Provinsi Kalimantan Tengah saat membuka acara sosialisasi wawasan kebangsaan bagi para pemuda DPW Pemuda Cinta Tanah Air Kalimantan Tengah, (16/11/2023).
Empat Pilar tersebut adalah Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, Bhenika Tunggal Ika Dan NKRI. Dalam Penyelenggaraan Pemerintahanpun jika satu kesatuan fungsi ini ada yang pincang maka roda pemerintah tidak akan berjalan sempurna

Empat Pilar Kebangsaan ini harus ditumbuh suburkan kepada generasi muda saat ini, melalui sosialisasi dan kegiatan serupa, karena dalam dunia pendidikan, materi ini sudah banyak dikurangi. Pemantaban Pilar Kebangsaan merupakan tanggung jawab bersama untuk tetap memupuk suburkan jiwa nasionalis kepada generasi penerus bangsa.
Dalam pendidikan formal, wawasan kebangsaan tersebut sangat penting untuk membekali generasi muda agar mencintai tanah air dan bangsa. Kalau pemantaban kebangsaan ini tidak segera digalakkan kembali, maka negeri ini akan menjadi rapuh dan bisa muncul tindakan terorisme karena kurangnya jiwa nasionalis.

Maksud diselenggarakannya kegiatan ini adalah memberikan informasi dan bekal pengetahuan kepada peserta yang berkaitan dengan Wawasan Kebangsaan dan cinta tanah air serta hal-hal yang berkaitan dengan pemerintahan dan hasil Pembangunan pada umumnya serta mengimpun masukan-masukan sebagai kontribusi yang nyata dari para siswa dan para guru untuk dijadikan bahan pertimbangan pengambilan keputusan dan kebijakan pemerintah pada program pembangunan daerah Kalimantan Tengah menjadi lebih maju ke depan.
Kegiatan ini diikuti oleh 150 orang peserta terdiri dari gabungan beberapa Pelajar SLTA sederajat MAhasiswa, Mahasiswi di Kota Palangkaraya dengan metode ceramah penyampaian materi, tanya jawab atau dialog.