dr. Hj. Erni Daryanti: Perempuan Berdaya, Keluarga Tangguh, Indonesia Kuat,

KOTAWARINGIN TIMUR 13 September 2026 – Anggota MPR RI sekaligus Anggota DPD RI Provinsi Kalimantan Tengah, dr. Hj. Erni Daryanti, M.Biomed, melaksanakan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Kelurahan Samuda, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.
Mengangkat tema “Perempuan Berdaya, Keluarga Tangguh, Indonesia Kuat: Aktualisasi Nilai-Nilai Kebangsaan dari Keluarga”, kegiatan ini menekankan pentingnya keterlibatan perempuan dalam menjaga nilai kebangsaan sekaligus membangun kualitas keluarga dan lingkungan masyarakat.
Dalam pemaparannya, dr. Erni menyampaikan bahwa perempuan mempunyai posisi penting dalam perjalanan bangsa. Perempuan bukan hanya berperan dalam lingkungan keluarga, tetapi juga hadir sebagai pendidik, pekerja, pelaku UMKM, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, serta penggerak pembangunan di berbagai bidang.
“Perempuan adalah salah satu kekuatan besar bangsa. Dari tangan seorang perempuan, nilai kejujuran, toleransi, kepedulian, gotong royong, disiplin, dan cinta tanah air dapat ditanamkan sejak lingkungan terkecil, yaitu keluarga. Karena itu, ketika perempuan semakin berdaya, keluarga akan semakin tangguh dan bangsa pun semakin kuat,” ujar dr. Erni.
Menurut dr. Erni, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika tidak cukup hanya dipahami sebagai pengetahuan. Nilai-nilai tersebut harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam membangun keluarga yang saling menghormati, mendidik anak, menjaga kerukunan, serta menciptakan lingkungan sosial yang aman dan inklusif.
Perempuan dan Ketahanan Keluarga
Dr. Erni menyoroti bahwa perubahan sosial dan perkembangan teknologi menghadirkan tantangan baru bagi keluarga. Arus informasi yang begitu cepat, penggunaan media sosial, persoalan ekonomi keluarga, pendidikan anak, hingga berbagai persoalan sosial membutuhkan ketahanan keluarga yang semakin kuat.
Dalam kondisi tersebut, perempuan memiliki peran strategis sebagai salah satu pilar keluarga. Namun, menurutnya, penguatan peran perempuan tidak boleh dimaknai dengan menempatkan seluruh tanggung jawab keluarga kepada perempuan.
“Keluarga yang kuat lahir dari kerja sama. Laki-laki dan perempuan harus saling menghormati, saling mendukung, dan berbagi tanggung jawab. Semangat gotong royong yang menjadi karakter bangsa harus dimulai dari rumah kita sendiri,” tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat memberikan ruang yang semakin luas bagi perempuan untuk memperoleh pendidikan, meningkatkan keterampilan, mengembangkan usaha, serta berpartisipasi dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah.
Perempuan sebagai Penjaga Nilai Kebangsaan
Lebih lanjut, dr. Erni mengatakan bahwa perempuan mempunyai kontribusi penting dalam merawat keberagaman masyarakat Kalimantan Tengah yang terdiri dari berbagai suku, agama, budaya, dan latar belakang sosial.
Semangat Bhinneka Tunggal Ika harus diwujudkan dengan menghargai perbedaan, menghindari diskriminasi, menjaga kerukunan, dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang dapat memecah belah masyarakat.
“Kita boleh berbeda suku, agama, budaya, pilihan, maupun latar belakang. Tetapi kita tetap berada dalam satu rumah besar bernama Indonesia. Perempuan memiliki kekuatan luar biasa untuk menanamkan sikap saling menghormati tersebut kepada anak-anak dan lingkungan di sekitarnya,” ungkap dr. Erni.
Ia menambahkan bahwa sejarah Indonesia juga mencatat kontribusi perempuan dalam kehidupan kebangsaan. Karena itu, perempuan masa kini perlu terus meningkatkan kapasitasnya agar mampu menjadi bagian aktif dalam pembangunan tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur bangsa.
Dari Samuda untuk Indonesia
Melalui kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Kelurahan Samuda, dr. Erni berharap nilai-nilai kebangsaan semakin dekat dengan kehidupan masyarakat dan tidak berhenti sebagai konsep yang hanya dibicarakan dalam forum formal.
Menurutnya, implementasi Pancasila dapat dimulai dari tindakan sederhana: membantu tetangga yang mengalami kesulitan, menghargai perbedaan, menjaga lingkungan, mendidik anak dengan baik, menolak kekerasan, mendukung perempuan untuk maju, serta menghidupkan kembali semangat gotong royong.
“Membangun Indonesia tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Kita bisa memulainya dari rumah, dari keluarga, dari lingkungan, dan dari desa maupun kelurahan kita sendiri. Dari Samuda, kita dapat menanamkan nilai-nilai kebangsaan untuk melahirkan generasi Kalimantan Tengah yang berkarakter, toleran, mandiri, dan mencintai Indonesia,” kata dr. Erni.
Pada kesempatan tersebut, dr. Erni juga mendorong perempuan di Kabupaten Kotawaringin Timur untuk terus meningkatkan kapasitas dan kepercayaan diri, baik melalui pendidikan, kesehatan, kegiatan sosial, maupun pemberdayaan ekonomi dan UMKM.
Ia berharap perempuan tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi semakin terlibat sebagai pelaku dan penggerak pembangunan di lingkungan masing-masing.
“Perempuan yang kuat bukan berarti harus berjalan sendiri. Perempuan yang berdaya adalah perempuan yang mendapatkan kesempatan untuk tumbuh, memiliki pengetahuan, mampu menentukan masa depannya, serta memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat. Mari kita bangun perempuan yang berdaya, keluarga yang tangguh, masyarakat yang rukun, dan Indonesia yang semakin kuat,” pungkas dr. Hj. Erni Daryanti, M.Biomed.

