Di Baamang, dr. Hj. Erni Daryanti Tekankan Pentingnya Pengawasan Orang Tua Berbasis Nilai Pancasila untuk Remaja

Di Baamang, dr. Hj. Erni Daryanti Tekankan Pentingnya Pengawasan Orang Tua Berbasis Nilai Pancasila untuk Remaja
SAMPIT, KOTIM – Anggota MPR RI, dr. Hj. Erni Daryanti, menggelar kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI dengan fokus khusus pada penguatan peran orang tua dalam mendidik anak usia remaja. Kegiatan ini dilaksanakan di Kecamatan Baamang, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, pada Selasa (10/02/2026).
Di hadapan tokoh masyarakat dan para orang tua di Baamang, dr. Hj. Erni menyoroti tantangan besar yang dihadapi remaja saat ini, mulai dari paparan konten radikalisme di media sosial hingga perilaku menyimpang yang mengancam keutuhan bangsa.
Menurut dr. Hj. Erni, 4 Pilar MPR RI (Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika) bukan sekadar hafalan di sekolah, melainkan harus menjadi “kompas moral” yang ditanamkan oleh orang tua di rumah.
”Remaja kita adalah kelompok yang paling rentan terpapar ideologi luar yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa. Di sinilah peran orang tua di Baamang menjadi kunci. Kita harus menjadi teman diskusi sekaligus pengawas yang berlandaskan kasih sayang dan nilai-nilai luhur Pancasila,” tegas dr. Hj. Erni Daryanti.
Pada kesempatan ini Sosialisasi bagi Orang Tua Pancasila sebagai Filter Mengajarkan anak untuk menyaring informasi dan budaya asing yang masuk melalui gawai agar tetap sesuai dengan etika ketimuran. UUD NRI 1945 & Hukum Mengedukasi remaja tentang pentingnya ketaatan pada hukum dan bahaya penyalahgunaan narkoba serta pergaulan bebas. sedangkan NKRI & Cinta Tanah Air Membangun rasa bangga terhadap daerah asal (Kotim) sebagai bagian tak terpisahkan dari kedaulatan Indonesia. dan Bhinneka Tunggal Ika Menanamkan sikap toleransi sejak dini agar remaja tidak mudah terprovokasi oleh isu SARA yang dapat memecah belah warga.
dr. Hj. Erni juga menambahkan bahwa pengawasan tidak boleh dilakukan secara otoriter, melainkan dengan pendekatan dialogis. Beliau mendorong orang tua untuk memahami dunia digital remaja namun tetap tegas dalam menjaga koridor norma kebangsaan.
Acara ini diakhiri dengan komitmen bersama warga Baamang untuk menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis dan religius sebagai fondasi utama pertahanan negara.

