Generasi Muda Melek Kebangsaan: Aktualisasi 4 Pilar di Era Digital

Jakarta – Anggota DPD MPR RI Dapil Provinsi DKI Jakarta Prof Dailami Firdaus memaparkan pentingnya sosialisasi Empat Pilar MPR. Bagi generasi muda diera digital saat ini.

“Sosialisasi Empat Pilar MPR sangat penting bagi generasi muda. Terutama dalam memahami dan mengamalkannya sebagai banteng dari pengaruh budaya asing di era digitalisasi ini,” kata Dailami Firdaus, dalam keterangan tertulis, Minggu (15/3/2026).

Dengan mengusung tema “Generasi Muda Melek Kebangsaan: Aktualisasi 4 Pilar di Era Digital”. Hal tersebut ia sampaikan dihadapan para peserta yang turut hadir didalam kegiatan sosialisasi tersebut.

Dailami menegaskan bahwasannya generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga dan mengamalkan nilai-nilai kebangsaan di tengah perkembangan teknologi yang pesat. Melalui pemahaman yang baik terhadap Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Melalui sosialisasi ini diharapkan para generasi muda mampu menjadi agen perubahan yang cerdas, kritis, dan berkarakter tentunya berakhlak.

Selain itu generasi juga harus menguatkan literasi digital yang berlandaskan nilai kebangsaan, sehingga nantinya tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menyaring informasi, menangkal hoaks, serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di ruang digital.

Dengan demikian, aktualisasi 4 Pilar Kebangsaan di era digital bukan hanya menjadi wacana, melainkan dapat diwujudkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari, tutur Dailami.

Dailami Firdaus Ngobrol Kebangsaan: 4 Pilar dalam Gaya Hidup Digital Anak Muda

Jakarta – Di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital saat ini maka penguatan dan pengembangan nilai-nilai kebangsaan menjadi solusi serta langkah strategis dalam membentuk karakter generasi muda.

Anggota DPD MPR RI Prof Dailami Firdaus menegaskan pentingnya pemahaman suatu informasi dari setiap media atau berita yang kita dengar. Melalui kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR ini maka diharapkan bertumbuh dan berkembangnya suatu pemahaman ideologi kecintaan terhadap bangsa, sehingga dapat memilah memilih dan menyaring semua informasi dari luar dan dapat dengan cermat untuk mengcounternya, apabila dirasa tidak sesuai dengan Pancasila juga mengangu Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selasa (17/3/2026).

Kegiatan yang dikemas dengan santai yaitu “Ngobrol Kebangsaan: 4 Pilar dalam Gaya Hidup Digital Anak Muda”. Poin tersebut ia sampaikan dihadapan para peserta yang turut hadir didalam kegiatan sosialisasi tersebut.

Dailami menegaskan bahwasannya generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga dan mengamalkan nilai-nilai kebangsaan di tengah perkembangan teknologi yang pesat. Melalui pemahaman yang baik terhadap Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Dalam mengunakan media digital kita harus memiliki Kecakapan Digital (Digital Skills), Aman Digital (Digital Safety), Etika Digital (Digital Ethics), dan Budaya Digital (Digital Culture). Melalui pemahaman tersebut maka generasi muda mampu menyikapi suatu informasi secara cerdas dan kritis.

Dengan penguatan nilai-nilai tersebut, Dailami Firdaus optimis bahwasannya generasi muda Indonesia akan mampu menghadapi tantangan masa depan, termasuk menuju visi Indonesia Emas 2045.

“Andaikan empat pilar ini benar-benar dijadikan prinsip hidup dan diterapkan dalam gaya hidup, maka saya yakin generasi muda kita akan menjadi generasi yang tangguh dan berintegritas,” Ujarnya.

“Penguatan Nilai Kebangsaan untuk Menjaga Persatuan di Era Digital dan Dinamika Sosial”

Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan oleh dr. Hj. Erni Daryanti, M.Biomed
Kelurahan Raja, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah
12 Maret 2026

Kotawaringin Barat, 12 Maret 2026 — Dalam rangka memperkuat nilai-nilai kebangsaan di tengah tantangan era modern, dr. Hj. Erni Daryanti, M.Biomed melaksanakan kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Kelurahan Raja, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.

Kegiatan ini mengusung tema:
“Penguatan Nilai Kebangsaan untuk Menjaga Persatuan di Era Digital dan Dinamika Sosial”, yang relevan dengan kondisi saat ini di mana masyarakat dihadapkan pada derasnya arus informasi, polarisasi sosial, serta tantangan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Acara dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, tokoh pemuda, ibu-ibu PKK, hingga warga Kelurahan Raja yang mengikuti kegiatan dengan penuh antusias. Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi terbuka, serta sesi tanya jawab.

Dalam pemaparannya, dr. Hj. Erni Daryanti menegaskan pentingnya pemahaman dan implementasi 4 Pilar Kebangsaan, Beliau menyoroti bahwa di era digital, masyarakat harus semakin bijak dalam menyaring informasi agar tidak mudah terpengaruh oleh hoaks, ujaran kebencian, maupun isu-isu yang berpotensi memecah belah persatuan.

“Pemahaman terhadap 4 Pilar Kebangsaan bukan hanya sebatas pengetahuan, tetapi harus diwujudkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari, terutama dalam menjaga kerukunan dan toleransi di tengah keberagaman,” ujar dr. Hj. Erni Daryanti.

Selain itu, beliau juga mengajak masyarakat untuk memperkuat semangat gotong royong, meningkatkan kepedulian sosial, serta aktif menjaga stabilitas lingkungan yang harmonis dan kondusif.

Para peserta menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini, karena dinilai memberikan wawasan yang bermanfaat serta memperkuat rasa cinta tanah air, khususnya bagi generasi muda.

Kegiatan Sosialisasi 4 Pilar ini diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya membangun karakter bangsa yang kuat, berintegritas, dan berlandaskan nilai-nilai kebangsaan.

“Memperkuat Ketahanan Sosial dan Persatuan Bangsa di Era Digital dan Tantangan Global”

Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan oleh dr. Hj. Erni Daryanti, M.Biomed di Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah
12 Maret 2026

Kotawaringin Barat, 12 Maret 2026 — Dalam upaya memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai kebangsaan di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks, dr. Hj. Erni Daryanti, M.Biomed menggelar kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.

Kegiatan kali ini mengangkat tema :
“Memperkuat Ketahanan Sosial dan Persatuan Bangsa di Era Digital dan Tantangan Global”, yang dinilai sangat relevan dengan kondisi saat ini, di mana masyarakat dihadapkan pada derasnya arus informasi, potensi disinformasi, serta tantangan dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman.

Acara dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh masyarakat, tokoh pemuda, perwakilan perempuan, serta warga setempat yang antusias mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir. Kegiatan berlangsung dengan interaktif melalui pemaparan materi, diskusi, dan sesi tanya jawab.

Dalam pemaparannya, dr. Hj. Erni Daryanti menegaskan pentingnya pemahaman dan pengamalan 4 Pilar Kebangsaan, yaitu:

  1. Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara
  2. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
  3. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
  4. Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan persatuan dalam keberagaman

Beliau menekankan bahwa di era digital saat ini, masyarakat perlu memiliki kemampuan literasi yang baik agar tidak mudah terpengaruh oleh hoaks, ujaran kebencian, maupun provokasi yang dapat memecah belah persatuan bangsa.

“Ketahanan bangsa tidak hanya dibangun dari aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga dari kekuatan nilai, karakter, dan persatuan masyarakatnya. 4 Pilar Kebangsaan harus menjadi pegangan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar dr. Hj. Erni Daryanti.

Selain itu, beliau juga mengajak masyarakat untuk aktif berperan dalam menjaga harmoni sosial, menghormati perbedaan, serta memperkuat semangat gotong royong sebagai ciri khas bangsa Indonesia.

Peserta kegiatan menyambut baik sosialisasi ini dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan untuk meningkatkan wawasan kebangsaan, khususnya di kalangan generasi muda.

Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak positif dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, terutama di tengah tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi yang pesat.

Senator Carel S.P. Suebu Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan di SMA Negeri 1 Keerom

Keerom, 14 Maret 2026 — Senator asal Papua, Carel S.P. Suebu, melaksanakan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di SMA Negeri 1 Keerom pada Sabtu (14/3). Kegiatan ini diikuti oleh para siswa, guru, serta jajaran sekolah dengan penuh antusiasme.

Dalam kegiatan tersebut, Carel S.P. Suebu menyampaikan pentingnya pemahaman mendalam terhadap Empat Pilar Kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai tersebut merupakan fondasi utama dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, khususnya di tengah keberagaman yang ada di Papua.

“Generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga keutuhan bangsa. Pemahaman terhadap Empat Pilar harus diwujudkan dalam sikap toleransi, semangat persatuan, dan rasa cinta tanah air,” ujar Carel dalam pemaparannya.

Selain penyampaian materi, kegiatan ini juga diisi dengan sesi diskusi interaktif. Para siswa terlihat aktif mengajukan pertanyaan dan menyampaikan pandangan terkait isu kebangsaan, tantangan generasi muda, serta pentingnya menjaga nilai persatuan di era globalisasi dan digital saat ini.

Pihak sekolah menyambut baik kegiatan ini dan mengapresiasi kehadiran Senator Carel S.P. Suebu. Diharapkan melalui sosialisasi ini, para siswa dapat semakin memahami dan mengamalkan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Kegiatan sosialisasi ini menjadi salah satu upaya konkret dalam memperkuat karakter generasi muda Papua agar mampu menjadi agen perubahan yang berkontribusi positif bagi bangsa dan negara.

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan oleh Senator Carel S.P. Suebu di SMK Negeri 1 Keerom

Keerom, 14 Maret 2026 — Dalam upaya memperkuat pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai kebangsaan, Senator asal Papua, Carel S.P. Suebu, menggelar kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di SMK Negeri 1 Keerom. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan siswa dan tenaga pendidik dengan antusias tinggi.

Empat Pilar Kebangsaan yang disosialisasikan meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika. Dalam pemaparannya, Carel menekankan pentingnya pemahaman dan pengamalan nilai-nilai tersebut sebagai fondasi dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, khususnya di tengah keberagaman yang ada di Papua.

“Generasi muda adalah penjaga masa depan bangsa. Pemahaman terhadap Empat Pilar bukan hanya sebatas teori, tetapi harus diwujudkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari,” ujar Carel dalam sambutannya.

Kegiatan ini juga diisi dengan sesi dialog interaktif, di mana para siswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan dan pandangan mereka terkait isu kebangsaan, toleransi, serta tantangan generasi muda di era digital.

Kepala SMK Negeri 1 Keerom menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, sosialisasi seperti ini sangat penting dalam membangun karakter siswa agar tidak mudah terpengaruh oleh paham-paham yang dapat mengancam keutuhan bangsa.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa dapat menjadi agen perubahan yang mampu menjaga nilai-nilai kebangsaan serta berkontribusi positif bagi pembangunan daerah dan negara.

Di Baamang, dr. Hj. Erni Daryanti Tekankan Pentingnya Pengawasan Orang Tua Berbasis Nilai Pancasila untuk Remaja

Di Baamang, dr. Hj. Erni Daryanti Tekankan Pentingnya Pengawasan Orang Tua Berbasis Nilai Pancasila untuk Remaja

​SAMPIT, KOTIM – Anggota MPR RI, dr. Hj. Erni Daryanti, menggelar kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI dengan fokus khusus pada penguatan peran orang tua dalam mendidik anak usia remaja. Kegiatan ini dilaksanakan di Kecamatan Baamang, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, pada Selasa (10/02/2026).
​Di hadapan tokoh masyarakat dan para orang tua di Baamang, dr. Hj. Erni menyoroti tantangan besar yang dihadapi remaja saat ini, mulai dari paparan konten radikalisme di media sosial hingga perilaku menyimpang yang mengancam keutuhan bangsa.

​Menurut dr. Hj. Erni, 4 Pilar MPR RI (Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika) bukan sekadar hafalan di sekolah, melainkan harus menjadi “kompas moral” yang ditanamkan oleh orang tua di rumah.
​”Remaja kita adalah kelompok yang paling rentan terpapar ideologi luar yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa. Di sinilah peran orang tua di Baamang menjadi kunci. Kita harus menjadi teman diskusi sekaligus pengawas yang berlandaskan kasih sayang dan nilai-nilai luhur Pancasila,” tegas dr. Hj. Erni Daryanti.
​Pada kesempatan ini Sosialisasi bagi Orang Tua Pancasila sebagai Filter Mengajarkan anak untuk menyaring informasi dan budaya asing yang masuk melalui gawai agar tetap sesuai dengan etika ketimuran. UUD NRI 1945 & Hukum Mengedukasi remaja tentang pentingnya ketaatan pada hukum dan bahaya penyalahgunaan narkoba serta pergaulan bebas. sedangkan NKRI & Cinta Tanah Air Membangun rasa bangga terhadap daerah asal (Kotim) sebagai bagian tak terpisahkan dari kedaulatan Indonesia. dan ​Bhinneka Tunggal Ika Menanamkan sikap toleransi sejak dini agar remaja tidak mudah terprovokasi oleh isu SARA yang dapat memecah belah warga.

dr. Hj. Erni juga menambahkan bahwa pengawasan tidak boleh dilakukan secara otoriter, melainkan dengan pendekatan dialogis. Beliau mendorong orang tua untuk memahami dunia digital remaja namun tetap tegas dalam menjaga koridor norma kebangsaan.
​Acara ini diakhiri dengan komitmen bersama warga Baamang untuk menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis dan religius sebagai fondasi utama pertahanan negara.

​dr. Hj. Erni Daryanti Ajak Perempuan Sampit Perkuat Pondasi Bangsa Melalui Sosialisasi 4 Pilar MPR RI

 

​dr. Hj. Erni Daryanti Ajak Perempuan Sampit Perkuat Pondasi Bangsa Melalui Sosialisasi 4 Pilar MPR RI
​SAMPIT, KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR – Dalam upaya memperkokoh semangat nasionalisme di tingkat akar rumput, Anggota MPR RI, dr. Hj. Erni Daryanti, menggelar agenda Sosialisasi 4 Pilar MPR RI yang menyasar komunitas perempuan di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, pada Selasa (10/02/2026).

​Acara yang berlangsung khidmat ini menekankan bahwa perempuan memiliki peran krusial sebagai “madrasah pertama” dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika kepada generasi penerus.

​Dalam pemaparannya, dr. Hj. Erni Daryanti menyampaikan bahwa tantangan bangsa di masa depan bukan hanya soal ekonomi, melainkan juga degradasi moral dan lunturnya jati diri. Oleh karena itu, pemahaman mendalam terhadap 4 Pilar harus dimulai dari lingkup terkecil, yaitu keluarga.
​”Perempuan adalah tiang negara. Jika perempuannya cerdas dan memahami ideologi bangsanya, maka ia akan melahirkan generasi yang tidak hanya pintar secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan yang kuat,” ujar dr. Hj. Erni Daryanti di hadapan para peserta.

​Poin Utama Sosialisasi:
​Pancasila sebagai Dasar Negara: Mengimplementasikan nilai gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat di Kotim.​UUD NRI 1945: Memahami hak dan kewajiban warga negara, khususnya perlindungan terhadap perempuan dan anak.​NKRI: Menjaga keutuhan wilayah melalui harmonisasi antar warga di Kalimantan Tengah.

​Bhinneka Tunggal Ika: Menjadikan perbedaan suku dan agama di Sampit sebagai kekuatan, bukan pemecah belah.
​Kegiatan ini juga menjadi ajang dialog interaktif di mana para peserta menyampaikan aspirasi mengenai isu-isu lokal, termasuk peningkatan kesejahteraan keluarga dan akses kesehatan di wilayah Kotawaringin Timur.

​Sebagai penutup, dr. Hj. Erni Daryanti berharap agar sosialisasi ini tidak berhenti sebagai seremonial belaka, melainkan menjadi gaya hidup (way of life) bagi ibu-ibu di Sampit dalam mendidik anak-anaknya agar cinta tanah air.

Dailami Firdaus : Peran Muslimah dalam Memperkuat Nilai-Nilai 4 Pilar Kebangsaan untuk Mewujudkan Persatuan dan Keharmonisan Masyarakat Pulau

Dalam upaya memperkuat identitas dan karakter kehidupan bermsyarakat dan  nilai-nilai bangsa serta gempuran pemahaman asing, Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia yang juga Anggota Dewan Perwakilan Daerah ( DPD ) Republik Indonesia provinsi DKI Jakarta menggelar sosialisasi dengan tema “Peran Muslimah dalam Memperkuat Nilai-Nilai 4 Pilar Kebangsaan untuk Mewujudkan Persatuan dan Keharmonisan Masyarakat Pulau”.

Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman mengenai pentingnya nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya melalui kontribusi dan peran aktif para wanita Muslimah.

Dalam konteks masyarakat yang beragam, peran Muslimah sangat penting dalam menjaga dan memperkuat persatuan. Melalui kegiatan ini, Dailami Fordaus mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berdiskusi dan berkolaborasi dalam menyebarluaskan nilai-nilai kebangsaan yang berakar pada Pancasila dan UUD 1945.

Saya berharap partisipasi aktif dari semua kalangan, khususnya kaum wanita, untuk bersama-sama merajut tali persaudaraan dan memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai yang dapat membawa masyarakat menuju keharmonisan, ujarnya.

Acara sosialisasi yang dilaksanakan pada hari selasa tanggal 10 februari 2026 ini dihadiri oleh perwakilan organisasi muslimah dan kaum ibu serta tokoh masyarakat kepulauan seribu ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk lebih menguatkan dan mengoptimalkan para kaum ibu dalam menjaga keluarga terutama anak anaknya. Melalui pemahaman yang mendalam terhadap nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945, maka diharapkan mampu membangun dan memperkuat jati diri.

Diujung saya mengajak agar secara bersama sama kita wujudkan cita-cita bangsa dengan salah satunya melalui penguatan peran Muslimah dalam membangun masyarakat yang harmonis dan berkeadilan terutama dikepulauan. pungkasnya.

Dailami Firdaus : Peran Muslimah dalam Menjaga Keutuhan Bangsa sebagai Landasan Kehidupan

Dalam rangka memperkuat kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai nilai-nilai dasar negara, Prof. Dailami Firdaus Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia menggelar acara sosialisasi bertema “Peran Muslimah dalam Menjaga Keutuhan Bangsa sebagai Landasan Kehidupan”. Jakarta, selasa ( 2/10/2026 ).

Dailami Firdaus menegaskan pentingnya Pancasila sebagai pilar yang mencerminkan semangat gotong royong dan keadilan sosial. “Pancasila bukan sekadar simbol, tetapi juga merupakan pedoman hidup yang harus kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila, kita dapat menjaga keutuhan bangsa dan negara,” ujarnya.

Selanjutnya, Dailami Firdaus juga mengingatkan bahwa UUD 1945 sebagai konstitusi negara merupakan landasan hukum yang harus dihormati dan ditaati oleh setiap warga negara. “UUD 1945 memberikan arah dan tujuan bagi pembangunan bangsa. Oleh karena itu, kita perlu terus menegaskan komitmen kita untuk menjaga dan melestarikan serta menguatkan konstitusi ini,” tambahnya.

Dailami juga mengingatkan pentingnya Bhineka Tunggal Ika, dimana “Kita adalah bangsa yang memiliki keragaman sehingga melahirkan perbedaan, namun perbedaan itu seharusnya tidak memisahkan kita. Bhineka Tunggal Ika adalah semboyan yang mengingatkan kita untuk saling menghargai dan menghormati satu sama lain, meskipun berbeda suku, agama, dan budaya,” jelasnya.

Acara sosialisasi ini dihadiri oleh pengurus dan kader BKMT, tokoh masyarakat, hingga perwakilan organisasi kemasyarakatan. Diharapkan melalui kegiatan ini, masyarakat semakin memahami dan menginternalisasi nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, serta pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan dalam bingkai NKRI.

Dengan semangat kebersamaan, Dailami mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk terus berkontribusi dalam menjaga dan memperkuat jati diri bangsa. Sebab, hanya dengan pemahaman yang mendalam terhadap dasar-dasar negara, kita dapat menghadapi berbagai tantangan di masa depan dan memastikan keberlanjutan bangsa yang kita cintai terutama dalam konteks peran strategis yang dapat dimainkan oleh kaum Muslimah dalam menjaga dan memperkuat fondasi bangsa kita. Tutupnya.