Archives March 2026

Di Baamang, dr. Hj. Erni Daryanti Tekankan Pentingnya Pengawasan Orang Tua Berbasis Nilai Pancasila untuk Remaja

Di Baamang, dr. Hj. Erni Daryanti Tekankan Pentingnya Pengawasan Orang Tua Berbasis Nilai Pancasila untuk Remaja

​SAMPIT, KOTIM – Anggota MPR RI, dr. Hj. Erni Daryanti, menggelar kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI dengan fokus khusus pada penguatan peran orang tua dalam mendidik anak usia remaja. Kegiatan ini dilaksanakan di Kecamatan Baamang, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, pada Selasa (10/02/2026).
​Di hadapan tokoh masyarakat dan para orang tua di Baamang, dr. Hj. Erni menyoroti tantangan besar yang dihadapi remaja saat ini, mulai dari paparan konten radikalisme di media sosial hingga perilaku menyimpang yang mengancam keutuhan bangsa.

​Menurut dr. Hj. Erni, 4 Pilar MPR RI (Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika) bukan sekadar hafalan di sekolah, melainkan harus menjadi “kompas moral” yang ditanamkan oleh orang tua di rumah.
​”Remaja kita adalah kelompok yang paling rentan terpapar ideologi luar yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa. Di sinilah peran orang tua di Baamang menjadi kunci. Kita harus menjadi teman diskusi sekaligus pengawas yang berlandaskan kasih sayang dan nilai-nilai luhur Pancasila,” tegas dr. Hj. Erni Daryanti.
​Pada kesempatan ini Sosialisasi bagi Orang Tua Pancasila sebagai Filter Mengajarkan anak untuk menyaring informasi dan budaya asing yang masuk melalui gawai agar tetap sesuai dengan etika ketimuran. UUD NRI 1945 & Hukum Mengedukasi remaja tentang pentingnya ketaatan pada hukum dan bahaya penyalahgunaan narkoba serta pergaulan bebas. sedangkan NKRI & Cinta Tanah Air Membangun rasa bangga terhadap daerah asal (Kotim) sebagai bagian tak terpisahkan dari kedaulatan Indonesia. dan ​Bhinneka Tunggal Ika Menanamkan sikap toleransi sejak dini agar remaja tidak mudah terprovokasi oleh isu SARA yang dapat memecah belah warga.

dr. Hj. Erni juga menambahkan bahwa pengawasan tidak boleh dilakukan secara otoriter, melainkan dengan pendekatan dialogis. Beliau mendorong orang tua untuk memahami dunia digital remaja namun tetap tegas dalam menjaga koridor norma kebangsaan.
​Acara ini diakhiri dengan komitmen bersama warga Baamang untuk menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis dan religius sebagai fondasi utama pertahanan negara.

​dr. Hj. Erni Daryanti Ajak Perempuan Sampit Perkuat Pondasi Bangsa Melalui Sosialisasi 4 Pilar MPR RI

 

​dr. Hj. Erni Daryanti Ajak Perempuan Sampit Perkuat Pondasi Bangsa Melalui Sosialisasi 4 Pilar MPR RI
​SAMPIT, KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR – Dalam upaya memperkokoh semangat nasionalisme di tingkat akar rumput, Anggota MPR RI, dr. Hj. Erni Daryanti, menggelar agenda Sosialisasi 4 Pilar MPR RI yang menyasar komunitas perempuan di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, pada Selasa (10/02/2026).

​Acara yang berlangsung khidmat ini menekankan bahwa perempuan memiliki peran krusial sebagai “madrasah pertama” dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika kepada generasi penerus.

​Dalam pemaparannya, dr. Hj. Erni Daryanti menyampaikan bahwa tantangan bangsa di masa depan bukan hanya soal ekonomi, melainkan juga degradasi moral dan lunturnya jati diri. Oleh karena itu, pemahaman mendalam terhadap 4 Pilar harus dimulai dari lingkup terkecil, yaitu keluarga.
​”Perempuan adalah tiang negara. Jika perempuannya cerdas dan memahami ideologi bangsanya, maka ia akan melahirkan generasi yang tidak hanya pintar secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan yang kuat,” ujar dr. Hj. Erni Daryanti di hadapan para peserta.

​Poin Utama Sosialisasi:
​Pancasila sebagai Dasar Negara: Mengimplementasikan nilai gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat di Kotim.​UUD NRI 1945: Memahami hak dan kewajiban warga negara, khususnya perlindungan terhadap perempuan dan anak.​NKRI: Menjaga keutuhan wilayah melalui harmonisasi antar warga di Kalimantan Tengah.

​Bhinneka Tunggal Ika: Menjadikan perbedaan suku dan agama di Sampit sebagai kekuatan, bukan pemecah belah.
​Kegiatan ini juga menjadi ajang dialog interaktif di mana para peserta menyampaikan aspirasi mengenai isu-isu lokal, termasuk peningkatan kesejahteraan keluarga dan akses kesehatan di wilayah Kotawaringin Timur.

​Sebagai penutup, dr. Hj. Erni Daryanti berharap agar sosialisasi ini tidak berhenti sebagai seremonial belaka, melainkan menjadi gaya hidup (way of life) bagi ibu-ibu di Sampit dalam mendidik anak-anaknya agar cinta tanah air.