Happy Djarot : Empat Pilar Kebangsaan untuk Menghadapi Tantangan Kebangsaan

Sebagai warga negara Indonesia, kita memiliki fondasi kebangsaan yang kokoh, yang dirumuskan dalam Empat Pilar MPR RI. Pilar-pilar ini bukan sekadar dokumen normatif, melainkan nilai-nilai fundamental yang menyatukan bangsa dalam keberagaman, serta menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pemahaman dan pengamalan Empat Pilar MPR RI sangat penting untuk memperkokoh identitas kebangsaan serta menjaga stabilitas dan integritas nasional. Sosialisasi Empat Pilar juga menjadi salah satu tugas utama MPR RI, agar generasi muda dan seluruh rakyat Indonesia mampu menerapkan nilai-nilai luhur ini dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam upaya memperkuat wawasan kebangsaan dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI kembali menggelar sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan kepada masyarakat Indonesia. Empat Pilar yang terdiri dari Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika dianggap sebagai fondasi utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan bersama Ketua RW dan Para LMK se-Kecamatan Makasar Jakarta Timur pada 28 Juni 2025 lalu, Happy Djarot Anggota DPD RI Dapil Jakarta menekankan pentingnya pengaplikasian nilai-nilai luhur Empat Pilar Kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. Tantangan Kebangsaan berdasarkan TAP MPR No.VI Tahun 2001 antara lain pengaruh globalisasi kehidupan yang semakin meluas dan persaingan antar bangsa yang semakin tajam serta makin kuatnya intensitas intervensi kekuatan global dalam perumusan kebijakan nasional. Untuk itu menjadi tugas dan kewajiban bersama khususnya Anggota MPR RI untuk memasyarakatkan empat pilar MPR RI.

4 Pilar Kebangsaan MPR RI diharapkan dapat menjadi landasan untuk menanamkan dan memperkuat pemahaman serta pengamalan nilai-nilai kebangsaan untuk menghadapi tantangan kebangsaan. Dengan memahami dan mengapilkasikan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam 4 Pilar Kebangsaan, Ketua RW dan LMK dapat berkontribusi lebih optimal dalam pembangunan nasional.