Dailami Firdaus, Sosialisasikan Empat Pilar Kepada Majelis Taklim

Anggota DPD/ MPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Provinsi DKI Jakarta Prof. Dr. H. Dailami Firdaus, S.H., LL.M, mensosialisasikan empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara yaitu, Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika kepada warga dan majelis taklim. Minggu (10/3/2024).

Prof. Dailami Firdaus yang biasa disapa Bang Dai selaku Anggota MPR RI terpilih mengatakan, bahwa anggota MPR itu terdiri dari anggota DPR RI dan DPD RI yang mana dalam salah satu tugas pokok dan fungsinya adalah memberikan pemahaman dan sosialisasi kepada masyarakat tentang 4 Pilar.

Pancasila tidak sekedar dihafal atau cukup didengarkan dan disampaikan, namun juga harus diaplikasikan dan diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat. Ujar Bang Dai

Kemudian UUD 1945, yang sama-sama disepakati sebagai pedoman dan sumber hukum dari perundangan – perundangan, peraturan daerah maupun peraturan lainnya yang sifatnya mengikat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

NKRI adalah komitmen kita dalam berbangsa dan bernegara, lalu Bhineka Tinggal Ika sebuah komitmen dalam menyatukan, memperkuat dan memperindah jalinan ikatan daripada suatu bangsa. Tutur Bang Dai

Saya minta kepada ibu-ibu agar dapat mengenalkan nilai-nilai Pancasila pada anak usia dini, karena hal ini sangat penting untuk membentuk karakter kepribadian anak-anak sebaagai generasi penerus bangsa.

Sehingga kita bisa memastikan bahwasannya anak-anak kita tidak hanya pintar dalam keilmuan saja, namun juga memahami dan mengedepankan adab serta nilai-nilai luhur yang sudah ada dan terjaga selama ini didalam kehidupan bermasyarakat.

“Jika semua elemen bangsa ini telah menerapkanya, saya optimis Bangsa Indonesia akan semakin besar dan berkembang dan akan tercipta masyarakat yang adil makmur, sesuai dengan cita cita beridirinya Bangsa Indonesia. Tutup Bang Dailami

Membangun Karakter Pemuda Daerah yang siap menghadapi tantangan Indonesia Emas 2045 melalui 4 Pilar Kebangsaan sebagai Solusi.

Kotawaringin Barat, 22 Januari 2024

Untuk mewujudkan Indonesia Emas, harus meratakan pendidikan di seluruh wilayah Indonesia, bila tidak impian negara maju hanya akan tinggal slogan. Ketiga, meningkatnya intoleransi di Indonesia. Beberapa tahun terakhir, Indonesia menghadapi tantangan serius terkait intoleransi dan minimnya jaminan kebebasan beragama.

Sesuai dengan visi Indonesia Emas 2045, pemuda dapat menjadi pendorong utama dalam berbagai sektor, seperti ekonomi, pendidikan, sosial, dan politik. Dengan kreativitas, semangat, dan tekad, pemuda dapat menggerakkan perubahan positif dalam masyarakat.

Beberapa faktor bisa menjadi penghambat impian Indonesia emas tahun 2045, seperti tidak waspadanya kita terhadap budaya asing yang negatif yang berperan mengubah generasi muda kita ke arah perilaku yang negatif, kemudian gagalnya kita mengelola sumber daya alam dan kekayaan kita sehingga dengan mudah diambil.

Tiga tantangan besar tersebut adalah tantangan teknologi, ekologi, dan ideologi. Dengan demikian, dapat dipahami bahwa perjuangan bangsa ini belumlah usai, terutama bagi pemuda-pemudi Indonesia yang merupakan generasi penerus bangsa. dalam kesempatan tersebut Hj. Yustina Ismiati, SH., MH menyampaikan bahwa 4 pilar bangsa Indonesia sudah menjadi jawaban dan solusi untuk menghadapi tantangan kedepan.

kegiatan yang diadakan di SMAN 2 Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat tersebut menambah wawasan baru bagi pelajar dan Gen Z yang jumlahnya cukup besar saat ini. dan bangsa Indonesia saat ini berada dalam Bonus Demografi.

Dailami Firdaus: Empat Pilar Sebagai Tuntunan Mewujudkan Generasi Emas

Peran Generasi Muda dalam Mewujudkan Indonesia Maju, ini merupakan cita-cita besar bangsa Indonesia, untuk menjadi negara maju saat usia kemerdekaan yang ke 100 tahun. Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, peran generasi muda saat ini sangatlah penting. SDM Generasi muda masa kini merupakan bagian untuk menentukan kemana arah Indonesia di masa depan. Menurut Prof Dailami Firdaus dihadapan para pemuda dan pelajar dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan pada hari selasa  23 Januari 2024.

Era digitalisasi merupakan era di mana teknologi digital telah membentuk cara hidup, bekerja, dan berinteraksi masyarakat. Era digitalisasi memberikan pengaruh yang signifikan pada upaya Indonesia untuk mencapai Indonesia Emas pada tahun 2045.

Untuk mencapai Indonesia Emas 2045 ada banyak tantangan yang harus dilalui. dimana kita harus bisa menyiapkan SDM yang berkualitas, Pembangunan Infrastruktur Digital yang memadai menjadi strategi penting dalam mewujudkan Indonesia Emas di era digitalisasi. Ujar Prof. Dr. H. Dailami Firdaus Anggota MPR DPD RI Proninsi DKI Jakarta.

Sebagai Anggota MPR RI saya berharap Empat Pilar Kebangsaan sebagai tuntunan mewujudkan Indonesia Emas pada tahun 2045 di era digitalisasi. Saya percaya bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi negara maju dan sejahtera. Untuk mencapai tujuan tersebut, perlu adanya upaya yang bersifat holistik dan kolaboratif dari seluruh elemen masyarakat. Saya mendorong pemerintah melalui Lembaga MPR RI untuk dapat fokus dalam mengimplementasikan strategi-strategi yang efektif dalam mewujudkan Indonesia Emas di era digitalisasi. Selain itu, masyarakat juga perlu terlibat aktif dalam memperkuat upaya pemerintah. Dalam menghadapi tantangan era digitalisasi, Indonesia perlu bersinergi dan mengembangkan kemampuan teknologi digital untuk mencapai Indonesia Emas pada tahun 2045.

Generasi Emas Indonesia 2045 sudah di depan mata kita sekarang. Generasi Emas harus memiliki Kualitas yang bisa bersaing kedepan. Menguatkan SDM dengan dibekali digitalisasi. Era digitalisasi merupakan era di mana teknologi digital telah membentuk cara hidup, bekerja, dan berinteraksi masyarakat. Era digitalisasi memberikan pengaruh yang signifikan pada upaya Indonesia untuk mencapai Indonesia Emas pada tahun 2045. Untuk mencapai Indonesia Emas 2045 ada banyak tantangan yang harus dilalui. dimana kita harus bisa menyiapkan SDM yang berkualitas, Pembangunan Infrastruktur Digital yang memadai menjadi strategi penting dalam mewujudkan Indonesia Emas di era digitalisasi. Tutup Bang Dailami

Habib Said Abdurrahman : Melewati Bonus Demografi Empat Pilar Kebangsaan merupakan suatu sistem yang tidak boleh ditinggalkan satupun.

Palangkaraya, 16 November 2023
saat ini Indonesia sedang berada dalam periode Bonus Demografi. Indonesia merupakan negara peringkat keempat yang memiliki jumlah penduduk terbanyak di dunia. Jumlah penduduk di Tanah Air terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.
Jumlah penduduk Indonesia mencapai 275,36 juta jiwa pada Juni 2022. Dari jumlah tersebut, ada 190,83 juta jiwa (69,3%) penduduk Indonesia yang masuk kategori usia produktif, 67,16 juta jiwa (24,39%) penduduk usia belum produktif dan sebanyak 17,38 juta jiwa (6,31%) merupakan kelompok usia sudah tidak produktif. Dengan komposisi jumlah penduduk tersebut, maka rasio ketergantungan/beban tanggungan (depency ratio) sebesar 44,3%.

Read More

Anggota MPR RI Hj. Yustina Ismiati, SH., MH Menggelar Aspirasi Masyarakat dengan Tema Pemanfaatan Kebebasan Menggunakan Teknologi Digitalisasi untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat di Era Demokrasi Pancasila

Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari dalam kehidupan saat ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif, memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam melakukan aktifitas bagi kehidupan manusia. Khusus dalam bidang teknologi, masyarakat sudah menikmati dan banyak manfaat yang dibawa oleh inovasi-inovasi yang telah dihasilkan dalam akhir-akhir tahun ini. Manfaat teknologi khususnya dalam bidang internet semakin sangat terasa bagi pemakainya, seperti misalnya para internet marketer, narablog, blogger, dan juga sekarang toko online semakin mempunyai tempat di mata para konsumen yang sedang mencari barang tertentu.

Read More

Hj. Yustina Ismiati, SH., MH meminta kepada seluruh masyarakat Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah untuk mewaspadai bahaya stunting

Kotawaringin Barat, 18 Juli 2023
Tingkat stunting sebagai dampak kurang gizi pada balita di Indonesia melampaui batas yang ditetapkan WHO. Kasus stunting banyak ditemukan di daerah dengan kemiskinan tinggi dan tingkat pendidikan yang rendah.

Indonesia digadang-gadang menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia dalam beberapa dekade mendatang. PricewaterhouseCoopers (PWC), misalnya, memprediksi ekonomi Indonesia masuk dalam lima besar dunia pada 2030, bahkan menjadi ke-4 negara dengan ekonomi terbesar di dunia pada tahun 2050 nanti. Jika itu terjadi, posisi Indonesia hanya akan ada di bawah Tiongkok, India dan Amerika Serikat.

Read More

Pemerintah Harus Tegas dalam menghadapi Gempuran Tik Tok

PITA, 07 Oktober 2023
Saat ini Sedang heboh salah satu platform sosial media dari tiongkok yang dilarang berjualan di Indonesia karena dianggap menjadi salah satu penyebab lesunya UMKM dan para pedagang kecil di Pasar. hal tersebut tentunya menjadi ramai perbincangan dikalangan masyarakat baik customer maupun seller, tentunya ada pro dan kontra yang terjadi di masyarakat.

Hal ini sebenarnya sudah terbaca sejak lama jika platform sosial media tersebut akan merebut pasar kita terutama UMKM Bahkan tak sedikit dari kalangan artist dan public figure turut berjualan dan merlakukan LIVE setiap hari untuk menarik pembeli. Tentunya ini dianggap sangat memudahkan mereka dalam meraup untung karena menggabungkan sosial media dan e-commerce dalam satu aplikasi, dimana tentunya ini sangat menjadi mudah bagi seller untuk berjualan sambil berpromosi.

Dinegara maju platform ini dengan tegas dan terang-terangan di larang digunakan warganya. seharusnya kita juga bisa belajar dan mengambil apa manfaatnya dari kebijakan negara tersebut. Dari catatan kami tak kurang ada 10 negara yang sudah melarang tegas aplikasi tersebut masuk dan dapat digunakan warganya tentunya. Dan pemerintah Indonesia baru tersadar setelah mereka menguasai pasar domestik dengan produk-produk impor yang membanjiri pasar dengan harga yang jauh lebih murah dipasaran.

Perkembangan teknologi turut mempercepat berkembangnya perdagangan bebas, sebagai negara berkembang tentunya Indonesia harus memiliki regulasi yang kuat dalam menghadapi persaingan bebas tersebut. Pemuda Cinta Tanah Air sebagai Organisasi atau Perkumpulan yang memiliki misi turut serta dalam menumbuh kembangkan potensi yang dimiliki bangsa Indonesia baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia tentunya sangat tersentil melihat hal ini. Bagaimana kecekatan serta kecepatan membaca situasi kedepan sangat penting bagi pemerintah tentunya dalam membuat kebijakan yang dapat berdampak kepada kehidupan bangsa di masa mendatang.

Dengan adanya kasus ini semoga menjadi pelajaran bagi seluruh elemen bangsa untuk dapat menjaga kedaulatan secara bersama-sama karena penjajahan di era sekarang bukan lagi dengan mengangkat senjata namun dengan melemahkan dan menyerang generasi muda melalui teknologi dan digitalisasi. *DM*

H. Muhammad Rakhman, SE., ST., M.A sampaikan bagaimana dampak era digitalilasi terhadap nilai-nilai falsafah bangsa

Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah
Era Digitalilasi menjadi fokus perhatian seluruh elemen bangsa, dimana perkembangannya sangat cepat dan Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki responsibilitas yang sangat tinggi terhadap digitalisasi disegala bidang salah satunya sosial dan ekonomi.

“Memang benar fenomena masuknya budaya asing ke Indonesia menjadi fenomena baru saat ini, apalagi mudahnya masyarakat mengakses informasi apapun dari internet. Hal ini yang menjadi tugas kita Bersama untuk bisa menjaga anak-anak kita sebagai generasi masa depan agar dapat menyaring hal-hal yang tdk sesuai dng falsafah bangsa dan nilai-nilai keagamaan” hal tersebut yang disampaikan Senator asal Kalimantan Tengah, H. Muhammad Rakhman, SE., ST., M.A dalam acara sosialisasi 4 pilar kebangsaan oleh MPR RI yang digelar pada tanggal 28 September 2023.

Nilai-nilai yang harus tetap kita jaga dengan bersama-sama agar bangsa ini tidak mengalami disintegerasi bangsa imbuhnya dalam kegiatan yang digelar di Yayasan H.Ebol tersebut.

Bagaimana cara kita dalam menghadapi era digitalisasi yang sangat cepat perkembangannya ini, salah satunya adalah dengan menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda saat ini, ini menjadi tugas bersama dari lingkung terkecil keluarga hingga ke lingkungan sekolah dan masyarakat.

Perlunya pondasi kuat dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan tersebut menjadi modal utama dalam menangkis serangan atau gempuran dari teknologi yang sudah mulai masuk dan menguasai budaya, sosial dan ekonomi masyarakat.

SENATOR DKI JAKARTA, DAILAMI FIRDAUS BERSAMA DENGAN KEMENSOS dan KOMISI NASIONAL DISABILITAS MEMBERIKAN BANTUAN ASISTENSI REHABILITAS SOSIAL (ATENSI) DI KEPULAUAN SERIBU.

Jakarta – Senator DKI Jakarta, Dailami Firdaus bersama dengan Kementerian Sosial memberikan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial kepada masyarakat di Pulau Pramuka, kamis (3/8/2023).

Dalam kegiatan tersebut, Kementerian Sosial bersama Dailami Firdaus dan Komisi Nasional Disabilitas (KND) memberikan total bantuan senilai hampir 500 juta.

Adapun bantuan yang diberikan dalam bentuk pemenuhan kebutuhan sosial, alat disabilitas; berupa kursi roda, alat bantu jalan, alat bantu pendengaran, stroler anak, dan bantuan kewirausahaan.

Dalam kegiatan tersebut, Dailami Dirdaus menyampaikan terimakasih kepada KND dan Sentra Handayani atas kolaborasi yang efektif sehingga penyaluran Bantuan Atensi di wilayah Kepulauan Seribu cepat terealisasikan.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada Komisi Nasional Disabilitas (KND), Kemensos yang dalam hal ini melalui Sentra Handayani, karena sudah merealisasikan bantuan pada masyarakat di kepulauan seribu pada pagi hari ini” ucap Dailami Firdaus.

Lebih lanjut Dailami Firdaus menyampaikan agar kegiatan seperti ini bisa terus ditingkatkan sehingga masyarakat yang terbantu bisa lebih luas lagi.

Diujung Bang Dailami juga membacakan sebaris pantun:

Beli tas dikampung seruni
Metik belimbing sama kelapa muda
Sahabat disabilitas bukan untuk di kasihani
Tapi di bimbing sesuai potensi yang ada

Selanjutnya, Kepala Sentra Handayani yang diwakilkan Sigit Wicaksono dalam sambutannya menyampaikan bahwa sejauh ini nilai bantuan yang diberikan di wilayah kepulauan seribu merupakan yang terbesar.

Selain itu, Sigit juga menginginkan agar ke depan sinergi seperti ini bisa terus ditingkatkan.

“Perlu saya sampaikan, bahwa sejauh ini bantuan yang diberikan kepada masyarakat di wilayah kepulauan seribu ini yang paling besar. Saya juga berharap agar sinergi seperti ini bisa terus ditingkatkan sehingga akan semakin banyak masyarakat yang bisa mendapatkan bantuan” tuturnya.

Ketua Komisi Nasional Disabilitas (KND), Dante Ratnalia juga mengucapkan terimakasih atas kolaborasi dan atensi dari Sentra Handayani serta Prof. Dailami Firdaus sehingga kegiatan hari ini bisa terealisasikan.

“Saya mengucapkan terimakasih atas atensi dari Sentra Handayani dan Prof. Dailami Firdaus sehingga kegiatan hari ini bisa terselenggara dengan baik” ucapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Bupati Kepulauan Seribu dalam hal ini diwakilkan oleh Agni

“Mewakili Bupati Kepulauan Seribu saya ucapkan terimakasih atas perhatiannya kepada kami warga di Kepulauan Seribu” ucap Agni

Bantuan yang diberikan tersebar ke 8 pulau di wilayah Kepulauan seribu. Yaitu : Pulau Panggang, Pulau Untung Jawa, Pulau Lancang, Pulau Pari, Pulau Tidung, Pulau Pramuka, Pulau Kelapa, dan Pulau Harapan.

 

BANG DAILAMI, SOSIALISASI 4 PILAR MENGUATKAN JATI DIRI BANGSA

Jakarta – Prof. Dr. H. Dailami Firdaus Anggota MPR DPD RI dapil Provinsi DKI Jakarta menyatakan bahwa penempatan Identitas nasional adalah suatu hal yang sangat penting, terutama disaat ini, selasa (18/7/2023).

Para pemuda harus dapat memfilter secara baik dan utuh serta memilih dan memilah mana yang sesuai dengan karakteristik daripada budaya bangsa dan yang mampu diterima masyarakat luas. Pemikiran pemikiran luar yang begitu agressif masuk dengan mudah kedalam bisa diibaratkan laksana dua mata pisau yang sangat tajam.

Bila kita salah menyerap dan mengunakan maka hasilnya jelas akan berdampak negatif bagi diri kita dan masyarakat tentunya. Oleh karena itu sosialisasi dan penanaman pemahaman kehidupan berbangsa bernegara serta bermasyarakat harus terstruktur dan sesuai dengan Pancasila, UUD 1945, NKRI dan bhineka tunggal ika, jika ini semua dijalankan selaras maka apapun terjangan dari pemikiran dan ide ide luar akan dapat mudah tersaring sesuai dengan kebutuhan masyarakat kita. Ujar Bang Dailami

Kita dapat memulai pembentengan guna menjalankan apa yang terkandung dalam Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI dengan hal sederhana, yaitu dengan membaca buku-buku tentang perjuangan para pahlawan, lebih mencintai produk lokal dengan cara bangga menggunakan produk buatan local.

Selain itu kita juga dapat mempelajari dan mengetahui kebudayaan-kebudayaan yang ada pada daerah tempat tinggal masing-masing agar budaya tersebut tetap lestari dan tidak luntur atau bahkan hilang dimakan oleh zaman. Ini semua adalah tugas kita terutama para generasi berikutnya, agar tidak terjebak kepada budaya luar yang begitu terlihat mengasyikan dan mengoda, sehingga melupakan jati diri asli dari bangsa sendiri. Tutup Bang Dailami