dr. Hj. Erni Daryanti Ingatkan Pentingnya Bhinneka Tunggal Ika dalam Kehidupan Sehari-hari

Merajut Harmoni di Bumi Maratua: dr. Hj. Erni Daryanti Ingatkan Pentingnya Bhinneka Tunggal Ika dalam Kehidupan Sehari-hari

KOTAWARINGIN BARAT, KALIMANTAN TENGAH – Dalam rangkaian upaya memperkokoh integrasi bangsa di tingkat akar rumput, dr. Hj. Erni Daryanti menggelar Sosialisasi Empat Pilar Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) dengan penekanan khusus pada implementasi nilai Bhinneka Tunggal Ika. Kegiatan ini dilaksanakan dengan suasana penuh kekeluargaan di Pondok Haddadil Qulub, Kabupaten Kotawaringin Barat, pada Jumat (12/12/2025).

Dipilihnya Pondok Haddadil Qulub sebagai lokasi kegiatan memberikan dimensi spiritual yang kuat dalam membedah makna kemajemukan. Di hadapan para tokoh agama, santri, dan masyarakat lokal, dr. Hj. Erni menyampaikan narasi kebangsaan yang menekankan bahwa perbedaan adalah anugerah Tuhan yang harus dikelola dengan kebijakan hati, bukan dengan ego sektarian.

Dalam pemaparan komprehensifnya, dr. Hj. Erni Daryanti menyoroti bahwa di era modern ini, tantangan terbesar bangsa bukan lagi penjajahan fisik, melainkan keretakan sosial akibat hilangnya rasa saling menghargai. Ia mengajak audiens untuk membawa semboyan “Berbeda-beda tetapi tetap satu jua” masuk ke dalam ruang-ruang privat, mulai dari lingkungan keluarga hingga interaksi di pasar dan tempat kerja.

“Bhinneka Tunggal Ika seringkali hanya kita lihat di bawah lambang Garuda Pancasila, padahal tempat aslinya adalah di dalam perilaku sehari-hari. Menghargai tetangga yang berbeda keyakinan, tidak menyebarkan kebencian di media sosial, dan tetap bergotong royong tanpa memandang latar belakang adalah wujud nyata dari pilar ini,” tegas dr. Hj. Erni Daryanti.

Kegiatan di Pondok Haddadil Qulub ini juga membedah hubungan harmonis antara nilai-nilai keagamaan dan semangat nasionalisme. dr. Hj. Erni menjelaskan bahwa mencintai tanah air adalah bagian dari iman (hubbul wathon minal iman). Ia menekankan bahwa keberadaan pilar Bhinneka Tunggal Ika merupakan pelindung bagi setiap warga negara untuk menjalankan keyakinannya dengan aman dan damai di bawah naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Tiga poin esensial yang menjadi sorotan dalam narasi beliau meliputi:

  1. Moderasi Beragama: Membangun pemahaman bahwa keberagaman keyakinan di Kotawaringin Barat adalah kekayaan yang memperkuat fondasi daerah.

  2. Etika Bermasyarakat: Mengedepankan tabayyun (klarifikasi) dalam menerima informasi agar tidak mudah terhasut oleh isu yang memecah belah bangsa.

  3. Ketahanan Keluarga: Menjadikan keluarga sebagai unit terkecil untuk mengajarkan toleransi kepada generasi muda sejak dini.

Suasana sosialisasi berlangsung interaktif. Banyak peserta menyampaikan aspirasi mengenai pentingnya kehadiran tokoh nasional di lingkungan pondok pesantren dan pemukiman untuk memberikan pencerahan ideologis. Pimpinan Pondok Haddadil Qulub menyambut hangat kehadiran dr. Hj. Erni, menyatakan bahwa nilai-nilai kebangsaan yang disampaikan sangat selaras dengan kurikulum akhlak yang diajarkan di pondok tersebut.

“Kita ingin Kotawaringin Barat tetap menjadi zona hijau kedamaian di Kalimantan Tengah. Dengan pemahaman Empat Pilar yang kuat, kita tidak akan goyah oleh infiltrasi ideologi asing yang tidak sesuai dengan jati diri bangsa kita,” tutup dr. Hj. Erni di akhir sesi.

Kegiatan ini diakhiri dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan komitmen kolektif masyarakat Kotawaringin Barat untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga kerukunan antarumat beragama.