Hj. Yustina, Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan Kepada Kader Posyandu

Suatu bangsa mempunyai sejarah perjuangan dari para orang-orang terdahulu yang dimana terdapat banyak nilai-nilai nasionalis, patrionalis dan lain sebagainya yang pada saat itu menempel erat pada setiap jiwa warga negaranya. Ujar Hj. Yustina Ismiati, S.H., M.H, dalam giat Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal IKA, dan NKRI). Minggu (16/4/2023).

Menurut Hj. Yustina, di era globalisasi ini sangat penting menanamkan wawasan kebangsaan pada diri generasi muda. Generasi muda merupakan sumber daya manusia yang potensial dimasa yang akan datang. Generasi muda merupakan potensi bangsa yang dipersiapkan untuk dapat berprestasi dan memberikan sumbangan nyata bagi pembangunan bangsa dan Negara.

Bila pemahaman wawasan kebangsaan meningkat maka keutuhan persatuan dan kesatuan NKRI akan kuat karena secara sadar muncul semangat atau dorongan hati yang kuat untuk cinta tanah air, membela dan menjaga keutuhan NKRI. Ungkapnya

Generasi muda merupakan generasi penerus bangsa oleh karena itu harus menanamkan wawasan kebangsaan yang kuat dalam diri mereka agar mereka tahu betapa pentingnya perjuangan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang lebih baik dari sebelumnya. Seperti kata pepatah yang berbunyi “Mereka yang saat ini berusia muda, kelak pada waktunya akan menjadi dewasa dan menjadi pemimpin bangsa.”

Pepatah ini mempunyai maksud bahwa jika generasi muda ingin menjadi pemimpin maka mereka harus mempunyai wawasan kebangsaan yang kuat karena jika ia mempunyai wawasaan kebangsaan yang kuat berarti ia dapat menghargai bangsanya.

Kualitas bangsa ini dipertaruhkan. Kalau hari ini ada bayi lahir, maka kelak mereka akan mengisi posisi menjadi pemimpin. Maka jelas sudah bahwa tugas daripada seluruh kader posyandu, memiliki peran penting dan tidak bisa disepelekan atau dipandang sebelah mata, karena para kader posyandu turut serta dalam mencetak dan menjaga generasi mendatang. Tutup Hj. Yustina