Bang Dailami, Peran Perempuan dalam Pengamalan Nilai-Nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari

Jakarta — Bagi masyarakat, Pancasila sebagai Dasar Negara sudah diterima sebagai sesuatu yang final meski masih banyak pelanggaran terhadapnya. Adanya gap antara de jure dan de facto dari Pancasila menyadarkan kita bahwa peringatan Hari Kesaktian Pancasila sesungguhnya lebih tepat dimaknai sebagai tantangan untuk terus membuktikan kesaktian Pancasila di tengah rongrongan ideologi kanan baik yang berbasis agama maupun pasar bebas. Salah satu tantangan adalah membuktikan bahwa Pancasila adalah ideologi yang responsif terhadap tuntutan atas kesetaraan gender dibandingkan dua ideologi tersebut. hal ini yang mendasari pelaksanaan kegiatan Sosialisasi 4 Pilar pada tanggal 24 Mei 2023 dengan mengambil tema “Peran Perempuan dalam Pengamalan Nilai-Nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari”.

Perempuan menjadi pusat karena mereka mengatur rumah tangga besar (suku maupun bangsa) terutama berkaitan dengan pemberian makanan kepada bayi dan anak-anak. Karena mereka mengontrol alat-alat produksi maka sebenarnya perempuan adalah produsen.

“Sebagai Seorang Perempuan yang tumbuh kuat diharapkan tidak berpuas diri dengan keadaan saat ini. Dalam arti, tiap perempuan diminta agar tidak terpaku pada tugas keseharian dan stigmatisasi masyarakat tentang peran perempuan yang hanya bertugas mengurus rumah tangga saja. Melainkan mesti menjadi penggerak dan ambil bagian untuk membangkitkan serta menyuarakan kondisi ril atau permasalahan sosial di masyarakat” Ungkap Prof. Dailami Firdaus Anggota MPR RI Provinsi DKI Jakarta

Peran wanita di era masa kini disebut masih belum optimal dalam menegakkan serta mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Momentum peringatan hari kelahiran Pancasila 1 Juni nanti hendaknya dijadikan ajang bagi kaum perempuan agar mampu memberikan sumbangsih lewat caranya masing-masing demi terpatrinya Pancasila dalam diri individu terutama perempuan.

“Peringatan Hari Pancasila bisa menjadi momentum bersama kaum perempuan untuk bisa mengimplementasikan pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara” Tambah Dailami Firdaus dalam paparan tersebut.

Ada beberapa sila yang bisa diimplementasikan secara sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Perempuan mesti ikut serta dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat Pancasilais kepada anggota keluarga terutama anak-anak. Sejak kecil, nilai dari tiap sila bisa diajarkan kepada anak, agar terbiasa dan mampu bertindak sesuai dengan kandungan luhur yang tertanam di Pancasila itu.

“Peran ibu dinilai krusial sebagai pendidik nilai-nilai Pancasila dalam lingkup keluarga. Hal itu berpengaruh terhadap terbentuknya sumber daya manusia berkualitas. Perempuan mendidik anaknya sejak dalam kandungan hingga lahir mengenai apa yang baik dan tidak. Hal itu didasarkan pada nilai-nilai Pancasila” Tutup Senator Asal DKI Jakarta ini