Pemerintah Harus Tegas dalam menghadapi Gempuran Tik Tok

PITA, 07 Oktober 2023
Saat ini Sedang heboh salah satu platform sosial media dari tiongkok yang dilarang berjualan di Indonesia karena dianggap menjadi salah satu penyebab lesunya UMKM dan para pedagang kecil di Pasar. hal tersebut tentunya menjadi ramai perbincangan dikalangan masyarakat baik customer maupun seller, tentunya ada pro dan kontra yang terjadi di masyarakat.

Hal ini sebenarnya sudah terbaca sejak lama jika platform sosial media tersebut akan merebut pasar kita terutama UMKM Bahkan tak sedikit dari kalangan artist dan public figure turut berjualan dan merlakukan LIVE setiap hari untuk menarik pembeli. Tentunya ini dianggap sangat memudahkan mereka dalam meraup untung karena menggabungkan sosial media dan e-commerce dalam satu aplikasi, dimana tentunya ini sangat menjadi mudah bagi seller untuk berjualan sambil berpromosi.

Dinegara maju platform ini dengan tegas dan terang-terangan di larang digunakan warganya. seharusnya kita juga bisa belajar dan mengambil apa manfaatnya dari kebijakan negara tersebut. Dari catatan kami tak kurang ada 10 negara yang sudah melarang tegas aplikasi tersebut masuk dan dapat digunakan warganya tentunya. Dan pemerintah Indonesia baru tersadar setelah mereka menguasai pasar domestik dengan produk-produk impor yang membanjiri pasar dengan harga yang jauh lebih murah dipasaran.

Perkembangan teknologi turut mempercepat berkembangnya perdagangan bebas, sebagai negara berkembang tentunya Indonesia harus memiliki regulasi yang kuat dalam menghadapi persaingan bebas tersebut. Pemuda Cinta Tanah Air sebagai Organisasi atau Perkumpulan yang memiliki misi turut serta dalam menumbuh kembangkan potensi yang dimiliki bangsa Indonesia baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia tentunya sangat tersentil melihat hal ini. Bagaimana kecekatan serta kecepatan membaca situasi kedepan sangat penting bagi pemerintah tentunya dalam membuat kebijakan yang dapat berdampak kepada kehidupan bangsa di masa mendatang.

Dengan adanya kasus ini semoga menjadi pelajaran bagi seluruh elemen bangsa untuk dapat menjaga kedaulatan secara bersama-sama karena penjajahan di era sekarang bukan lagi dengan mengangkat senjata namun dengan melemahkan dan menyerang generasi muda melalui teknologi dan digitalisasi. *DM*