Dailami Firdaus, Sinergi Lembaga Negara dan Tokoh Agama dalam Memperkuat Pemahaman 4 Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

Dalam konteks keberagaman bangsa Indonesia, sinergi antara lembaga negara dan tokoh agama menjadi sangat penting untuk memperkuat pemahaman serta pengamalan empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara, yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 45), Bhineka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Keempat pilar ini merupakan fondasi yang mengikat seluruh elemen masyarakat, dan peran tokoh agama dapat membantu mengkomunikasikan nilai-nilai ini kepada masyarakat dengan cara yang lebih dekat dan akrab. Ujar Dailami Firdaus dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar di Jakarta, selasa tanggal 9 desember 2025.

Pertama, Pancasila sebagai dasar negara mengandung nilai-nilai universal yang sejalan dengan ajaran agama-agama di Indonesia. Tokoh agama memiliki pengaruh besar dalam menyampaikan pesan-pesan moral dan etika, yang seharusnya selaras dengan prinsip-prinsip Pancasila. Dengan adanya kolaborasi antara lembaga negara dan tokoh agama, diharapkan pemahaman masyarakat terhadap Pancasila akan semakin mendalam dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari.

Kedua, UUD 45 sebagai konstitusi negara memuat berbagai ketentuan yang melindungi hak asasi manusia dan kebebasan beragama. Tokoh agama dapat berperan sebagai mediator yang menjelaskan pentingnya menghormati konstitusi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Melalui dialog antara lembaga negara dan tokoh agama, masyarakat dapat memahami bahwa UUD 45 bukan hanya sekadar aturan, tetapi juga merupakan pedoman yang mencerminkan cita-cita luhur bangsa.

Ketiga, Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan yang menegaskan persatuan dalam perbedaan, sangat relevan dengan kondisi masyarakat Indonesia yang majemuk. Tokoh agama dapat memberikan contoh konkret tentang bagaimana perbedaan dapat menjadi kekuatan. Sinergi ini dapat diwujudkan melalui kegiatan sosial bersama, dialog lintas agama, dan pendidikan toleransi yang melibatkan masyarakat luas.

Keempat, dalam konteks NKRI, penting bagi lembaga negara dan tokoh agama untuk bersama-sama mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga keutuhan dan kedaulatan negara. Misalnya, tokoh agama dapat mengajak umatnya untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban, serta berkontribusi dalam pembangunan nasional, sehingga rasa cinta tanah air dapat tumbuh dan berkembang.

Diakhir pernyataannya Dailami menyiratkan pentingnya sinergi antara lembaga negara dan tokoh agama

Prof. Dr. H. Dailami Firdaus Anggota MPR DPD RI Provinsi DKI Jakarta

untuk memperkuat pemahaman dan pengamalan empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara. Melalui kerjasama yang baik, diharapkan nilai-nilai Pancasila, UUD 45, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI dapat hidup dan terimplementasi dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, menciptakan harmoni dan meningkatkan kesadaran berbangsa yang lebih kuat.