Sosialisasi 4 Pilar MPR RI Bersama dr. Hj. Erni Daryanti: Bangun Karakter Bangsa Sejak Dini
Menyemai Nasionalisme di Jantung Pendidikan: dr. Hj. Erni Daryanti Tekankan Pembentukan Karakter Bangsa Sejak Dini di Yayasan Al Falah
KOTAWARINGIN BARAT, KALIMANTAN TENGAH – Investasi terbesar sebuah bangsa bukan terletak pada infrastruktur fisiknya, melainkan pada kualitas karakter generasi penerusnya. Menyadari hal tersebut, dr. Hj. Erni Daryanti kembali meneguhkan komitmen kebangsaannya melalui agenda Sosialisasi Empat Pilar Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) yang diselenggarakan di Yayasan Al Falah, Jl. Iskandar No. 63, Madurejo, Kabupaten Kotawaringin Barat, pada Sabtu (13/12/2025).
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan pendidikan Islam terpadu ini mengusung tema sentral “Bangun Karakter Bangsa Sejak Dini.” Acara ini dihadiri oleh jajaran pengurus yayasan, tenaga pendidik, wali murid, serta para pelajar yang menjadi sasaran utama dalam penanaman nilai-nilai luhur Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Dalam orasi kebangsaannya, dr. Hj. Erni Daryanti memaparkan tantangan besar yang dihadapi dunia pendidikan saat ini, yakni krisis identitas di tengah kepungan budaya asing dan radikalisme digital. Menurutnya, pendidikan formal harus berjalan beriringan dengan pendidikan karakter yang bersumber pada nilai-nilai keindonesiaan.
“Karakter bangsa tidak tumbuh secara instan, ia harus disemai, dipupuk, dan dirawat sejak usia dini. Di tempat seperti Yayasan Al Falah inilah, kita meletakkan batu pertama pembangunan mental anak-anak kita. Kita ingin mereka tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga memiliki jiwa nasionalisme yang tidak tergoyahkan oleh zaman,” tegas dr. Hj. Erni Daryanti.
Narasi 4 Pilar: Dari Teori Menuju Implementasi
Dr. Erni membedah implementasi Empat Pilar dalam konteks kehidupan sekolah dan keluarga secara komprehensif:
-
Pancasila dalam Tindakan: Mengajarkan anak-anak nilai kejujuran, disiplin, dan rasa empati sebagai perwujudan ketuhanan dan kemanusiaan.
-
Konstitusi sebagai Pelindung: Memberikan pemahaman bahwa aturan hukum (UUD 1945) dibuat untuk menciptakan ketertiban dan perlindungan bagi setiap warga negara tanpa terkecuali.
-
Cinta NKRI: Menumbuhkan rasa bangga terhadap produk lokal, kekayaan alam, dan kedaulatan bangsa sejak dari bangku sekolah.
-
Bhinneka Tunggal Ika: Menanamkan kesadaran bahwa perbedaan pendapat atau latar belakang adalah rahmat yang harus disikapi dengan toleransi yang tinggi.
Pihak Yayasan Al Falah menyambut baik inisiatif dr. Hj. Erni Daryanti yang bersedia turun langsung ke lembaga pendidikan swasta di daerah. Diskusi yang berkembang dalam sosialisasi ini juga menyoroti pentingnya peran guru dan orang tua sebagai role model (teladan) dalam mempraktikkan nilai-nilai Pancasila di rumah maupun di sekolah.
“Anak-anak adalah peniru yang hebat. Jika mereka melihat kita menghargai perbedaan dan taat pada aturan, maka Empat Pilar ini akan hidup dalam sanubari mereka tanpa perlu dipaksa,” tambah dr. Hj. Erni di depan para wali murid.
Kegiatan ditutup dengan pemberian materi sosialisasi secara simbolis kepada pihak yayasan dan sesi foto bersama yang menggambarkan semangat persatuan. Diharapkan, melalui kegiatan ini, Yayasan Al Falah mampu melahirkan generasi emas yang religius sekaligus nasionalis, siap membawa Kabupaten Kotawaringin Barat menuju masa depan yang lebih gemilang.

Leave a Reply