Sosialisasi 4 Pilar MPR RI: dr. Hj. Erni Daryanti Dorong Persatuan di Tengah Keberagaman

Sosialisasi 4 Pilar MPR RI: dr. Hj. Erni Daryanti Dorong Persatuan di Tengah Keberagaman dari Palangka Raya

PALANGKA RAYA, KALIMANTAN TENGAH – Dalam upaya merawat kemajemukan dan mempererat tali persaudaraan bangsa, dr. Hj. Erni Daryanti menggelar agenda Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Gedung Serbaguna Along Space, Jl. Janah Jari No. 20, Kota Palangka Raya, Kamis (11/12/2025).

Kegiatan ini mengusung tema pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman, mengingat Kalimantan Tengah merupakan daerah yang dikenal dengan semangat “Bumi Tambun Bungai” dan filosofi “Huma Betang” yang menjunjung tinggi toleransi.

Dalam orasinya, dr. Hj. Erni Daryanti memaparkan bahwa Empat Pilar MPR RI (Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika) adalah kunci utama agar bangsa Indonesia tidak mudah terpecah belah oleh isu-isu negatif maupun polarisasi sosial.

“Keberagaman adalah takdir bangsa kita, namun persatuan adalah pilihan yang harus kita perjuangkan setiap hari. Di tengah derasnya arus informasi, pemahaman akan nilai-nilai luhur bangsa harus menjadi kompas agar kita tetap satu tujuan dalam membangun daerah dan negara,” tegas dr. Hj. Erni Daryanti.

Acara yang berlangsung di Gedung Along Space ini menyoroti tiga poin strategis:

  1. Reaktualisasi Pancasila: Menjadikan Pancasila sebagai gaya hidup (lifestyle) yang mengedepankan musyawarah dan gotong royong.

  2. Harmoni dalam Keberagaman: Mengajak tokoh masyarakat dan kaum muda di Palangka Raya untuk menjadi agen perdamaian di lingkungan masing-masing.

  3. Ketahanan Nasional: Membangun kesadaran kolektif bahwa stabilitas keamanan bermula dari kerukunan antarwarga di tingkat akar rumput.

Peserta yang hadir, mulai dari perwakilan organisasi kepemudaan hingga tokoh adat, tampak antusias mengikuti diskusi interaktif. Sosialisasi ini diharapkan dapat membangkitkan kembali semangat nasionalisme yang relevan dengan tantangan zaman modern.

“Palangka Raya harus menjadi contoh nyata bagaimana perbedaan suku dan agama justru menjadi kekuatan untuk maju bersama,” pungkas dr. Hj. Erni di akhir sesi.