Carel Simon Petrus Suebu, SE : “Sebagai generasi muda, kalian adalah harapan bangsa. Memahami dan mengamalkan nilai-nilai kebangsaan adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita jaga persatuan dan kesatuan bangsa ini,”

 

Sentani, 29 Juli 2025 – Dalam rangka memperkuat pemahaman dan kesadaran akan pentingnya nilai-nilai kebangsaan, SMA YPPK ASISI SENTANI, Kabupaten Jayapura, mengadakan acara sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan. Acara ini dilaksanakan pada tanggal 29 Juli 2025 dan dihadiri oleh Kepala Sekolah, para guru, serta Siswa Siswi SMA YPPK ASISI SENTANI. Pemateri dalam acara ini adalah Anggota DPD RI, Bapak Carel Simon Petrus Suebu, S.E., SekaligusWakil Ketua kmite I DPD RI yang dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan pendidikan di Papua.

Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika kepada generasi muda, khususnya siswa SMA YPPK ASISI SENTANI. Dalam era globalisasi yang semakin maju, pemahaman yang mendalam tentang pilar-pilar kebangsaan menjadi sangat penting untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Acara dimulai dengan sambutan hangat dari Kepala SMA YPPK ASISI SENTANI, yang menyampaikan pentingnya kegiatan ini bagi siswa. Beliau menekankan bahwa pemahaman yang baik tentang 4 Pilar Kebangsaan akan membentuk karakter dan identitas siswa sebagai generasi penerus bangsa. ujar Kepala Sekolah dalam sambutannya.

Setelah sambutan dari Kepala Sekolah, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Bapak Carel Simon Petrus Suebu, S.E. Dalam presentasinya, beliau menjelaskan secara rinci mengenai masing-masing pilar kebangsaan.

“Selamat pagi, anak-anak muda yang penuh semangat! Hari ini kita berkumpul untuk membahas sesuatu yang sangat penting bagi masa depan kita sebagai bangsa. 4 Pilar Kebangsaan bukan hanya sekadar teori, tetapi merupakan fondasi yang harus kita pegang teguh dalam kehidupan sehari-hari. Pancasila sebagai dasar negara, UUD 1945 sebagai konstitusi, NKRI sebagai bentuk negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan kita, semuanya saling terkait dan tidak dapat dipisahkan,” ungkap Bapak Carel.

Beliau juga menekankan pentingnya peran siswa dalam menjaga dan menerapkan nilai-nilai tersebut. “Kalian adalah generasi penerus yang akan menentukan arah bangsa ini ke depan. Oleh karena itu, penting bagi kalian untuk memahami dan mengamalkan 4 Pilar Kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. Jadilah agen perubahan yang positif di lingkungan kalian,” tambahnya.

Setelah pemaparan materi, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Siswa-siswa terlihat antusias mengajukan pertanyaan seputar materi yang telah disampaikan. Diskusi ini memberikan kesempatan bagi siswa untuk lebih memahami dan mendalami setiap pilar kebangsaan.

“Bagaimana cara kita sebagai siswa dapat mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari?” tanya salah satu siswa. Bapak Carel menjawab, “Implementasi nilai-nilai Pancasila bisa dimulai dari hal-hal kecil, seperti menghormati perbedaan, bekerja sama dalam kelompok, dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan sosial di lingkungan sekolah.”

Acara sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di SMA YPPK ASISI SENTANI ditutup dengan harapan agar semua peserta dapat menerapkan nilai-nilai yang telah dipelajari dalam kehidupan sehari-hari. Kepala Sekolah mengucapkan terima kasih kepada Bapak Carel Simon Petrus Suebu, S.E. atas pemaparan yang sangat bermanfaat dan berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan di masa mendatang.

“Semoga kegiatan ini dapat menjadi awal yang baik untuk membangun kesadaran kebangsaan di kalangan siswa. Mari kita jaga persatuan dan kesatuan bangsa ini demi masa depan yang lebih baik,” tutup Kepala Sekolah.

Dengan diadakannya sosialisasi ini, diharapkan siswa SMA YPPK ASISI SENTANI dapat menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kesadaran dan tanggung jawab terhadap bangsa dan negara.

Gen Z Harus Miliki Wawasan Kebangsaan untuk Hadapi Bonus Demografi dan Geopolitik Global

Gen Z Harus Miliki Wawasan Kebangsaan untuk Hadapi Bonus Demografi dan Geopolitik Global

Pangkalan Bun, 30 Juli 2025


dr. Hj. Erni Daryanti, M.Biomed, Anggota MPR RI sekaligus Anggota DPD RI Provinsi Kalimantan Tengah, melaksanakan kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di SMK Muhammadiyah, Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, pada Selasa (30/7).

Dalam kesempatan tersebut, dr. Hj. Erni Daryanti menyampaikan pentingnya pemahaman 4 Pilar MPR RI, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika, sebagai fondasi dalam membangun generasi bangsa yang tangguh.

Dengan mengangkat tema “Gen Z Harus Memiliki Wawasan Kebangsaan yang Lebih Baik Lagi untuk Menghadapi Tantangan Bonus Demografi dan Situasi Geopolitik yang Tidak Menentu”, beliau menekankan bahwa generasi muda, khususnya Gen Z, akan menjadi penentu masa depan bangsa.

“Bonus demografi yang kita miliki harus menjadi peluang emas, bukan justru menjadi beban bangsa. Untuk itu, Gen Z perlu memiliki wawasan kebangsaan yang kuat agar tidak mudah terpengaruh arus negatif global dan mampu berkontribusi nyata dalam pembangunan Indonesia,” tegas dr. Hj. Erni Daryanti.

 

Selain itu, beliau juga menyoroti tantangan situasi geopolitik dunia yang dinamis, yang menuntut generasi muda memiliki kecerdasan intelektual, emosional, spiritual, dan nasionalisme yang kokoh.

Kegiatan sosialisasi ini disambut antusias oleh para siswa dan tenaga pendidik SMK Muhammadiyah Pangkalan Bun. Mereka aktif berdiskusi dan menyampaikan pandangan mengenai bagaimana 4 Pilar MPR RI dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, masyarakat, maupun dalam dunia digital yang kini menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan Gen Z.

Melalui kegiatan ini, diharapkan generasi muda di Kotawaringin Barat, khususnya siswa SMK Muhammadiyah, semakin memahami pentingnya menjaga persatuan bangsa serta siap menghadapi tantangan zaman dengan semangat kebangsaan yang kokoh.

Dailami Firdaus : Membangun Karakter Bangsa melalui Peran Pemuda dalam Menguatkan 4 Pilar Kebangsaan

Dalam rangka memperkuat karakter bangsa dan memperkokoh semangat kebangsaan, Dailami Firdaus, anggota MPR RI dan DPD RI Provinsi DKI Jakarta, menggelar kegiatan sosialisasi 4 pilar kebangsaan bertajuk “Membangun Karakter Bangsa: Peran Pemuda dalam Menguatkan 4 Pilar Kebangsaan” yang diselenggarakan pada tanggal 29 Juli 2025.

Kegiatan ini diikuti oleh pemuda dan masyarakat, melalui kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran serta semangat pemuda dan masyarakat dalam menjaga dan mengamalkan empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Dailami Firdaus menerangkan mengenai pentingnya peran pemuda dalam memperkuat karakter bangsa serta menjaga keutuhan NKRI. Ia mencontohkan tokoh tokoh muda pada saat berjuang merebut dan merumuskan kemerdakaan pada saat itu.

Peran pemuda begitu vital dalam proses menuju Indonesia merdeka. Pemuda memegang peran penting dalam masa perjuangan melawan penjajahan, baik melalui perlawanan fisik juga perlawanan diplomatik. Ujarnya

Pemuda untuk terinspirasi oleh tokoh-tokoh pahlawan bangsa karena mereka adalah teladan dalam semangat juang, cinta tanah air, dan pengorbanan. Mendengar dan mengetahui kisah para pahlawan dapat menumbuhkan rasa nasionalisme dan membentuk karakter yang baik pada generasi muda.

Oleh karena itu melalui kegiatan sosialisasi empat pilar ini, diharapkan generasi muda dapat menjadi pionir dalam pembangunan bangsa dan pelestari nilai-nilai kebangsaan sebagaimana yang telah dilakukan oleh para pejuang dan pendiri bangsa terdahulu, karena tugas kita semua dalam menjaga dan mengisi kemerdekaan, akan banyak menemukan hambatan dan tantangan serta rintangan yang lebih kompleks. Tutup Dailami Firdaus.

Anggota MPR DPD RI Provinsi DKI Jakarta Prof. Dr. H. Dailami Firdaus

Dailami Firdaus : Pemuda Indonesia Pengererak Utama dalam Meneguhkan 4 Pilar Kebangsaan

Pemuda memegang dan memiliki peranan vital sebagai agen perubahan dalam memperkuat dan meneguhkan empat pilar kebangsaan yang menjadi dasar negara Indonesia. Pilar tersebut meliputi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika. Melalui peran aktif dan inovatif, pemuda menjadi motor penggerak dalam menjaga keutuhan bangsa, memperkuat nasionalisme, dan membangun masa depan yang lebih cerah.

Pemuda memiliki energi, kreativitas, dan semangat inovatif yang luar biasa. Mereka mampu menjadi agen perubahan yang efektif dalam menyebarkan nilai-nilai kebangsaan di tengah arus globalisasi dan dinamika sosial yang cepat berubah. Melalui berbagai kegiatan, seperti pendidikan, kampanye kesadaran nasional, dan kegiatan sosial, pemuda turut serta menanamkan rasa cinta tanah air dan memahami pentingnya menjaga keutuhan bangsa. Ujar Dailami

Dalam kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan pada tanggal 26 Juni 2025, Dailami menekankan diera digital saat ini, para pemuda dapat dan harus memanfaatkan teknologi dan media sosial sebagai platform untuk menyebarkan pesan-pesan positif tentang 4 Pilar Kebangsaan. Mereka juga harus aktif dalam berbagai program yang mendukung penguatan karakter bangsa, seperti pelatihan kewarganegaraan, seminar tentang nasionalisme, dan kegiatan sosial yang mempererat persatuan dan kesatuan bangsa.

Dalam menghadapi tantangan global dan tantangan internal bangsa, peran aktif pemuda dalam meneguhkan 4 Pilar Kebangsaan menjadi kunci utama keberhasilan Indonesia menuju masa depan yang lebih baik. Mari kita bersama-sama menjadi bagian dari perubahan positif demi bangsa dan negara tercinta.

Di ujung saya ingin menyampaikan bahwa “Pemuda adalah harapan dan aset masa depan bangsa. Mari kita tumbuhkembangkan semangat dan jiwa nasionalisme yang berlandaskan 4 Pilar sebagai landasan dalam setiap langkah kita. Dengan persatuan dan komitmen kita akan mampu mewujudkan Indonesia yang lebih maju dan bermartabat.

Hj. Happy Djarot Anggota MPR DPD RI Provinsi DKI Jakarta

Happy Djarot : Empat Pilar Kebangsaan untuk Menghadapi Tantangan Kebangsaan

Sebagai warga negara Indonesia, kita memiliki fondasi kebangsaan yang kokoh, yang dirumuskan dalam Empat Pilar MPR RI. Pilar-pilar ini bukan sekadar dokumen normatif, melainkan nilai-nilai fundamental yang menyatukan bangsa dalam keberagaman, serta menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pemahaman dan pengamalan Empat Pilar MPR RI sangat penting untuk memperkokoh identitas kebangsaan serta menjaga stabilitas dan integritas nasional. Sosialisasi Empat Pilar juga menjadi salah satu tugas utama MPR RI, agar generasi muda dan seluruh rakyat Indonesia mampu menerapkan nilai-nilai luhur ini dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam upaya memperkuat wawasan kebangsaan dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI kembali menggelar sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan kepada masyarakat Indonesia. Empat Pilar yang terdiri dari Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika dianggap sebagai fondasi utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan bersama Ketua RW dan Para LMK se-Kecamatan Makasar Jakarta Timur pada 28 Juni 2025 lalu, Happy Djarot Anggota DPD RI Dapil Jakarta menekankan pentingnya pengaplikasian nilai-nilai luhur Empat Pilar Kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. Tantangan Kebangsaan berdasarkan TAP MPR No.VI Tahun 2001 antara lain pengaruh globalisasi kehidupan yang semakin meluas dan persaingan antar bangsa yang semakin tajam serta makin kuatnya intensitas intervensi kekuatan global dalam perumusan kebijakan nasional. Untuk itu menjadi tugas dan kewajiban bersama khususnya Anggota MPR RI untuk memasyarakatkan empat pilar MPR RI.

4 Pilar Kebangsaan MPR RI diharapkan dapat menjadi landasan untuk menanamkan dan memperkuat pemahaman serta pengamalan nilai-nilai kebangsaan untuk menghadapi tantangan kebangsaan. Dengan memahami dan mengapilkasikan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam 4 Pilar Kebangsaan, Ketua RW dan LMK dapat berkontribusi lebih optimal dalam pembangunan nasional.

 

Prof. Dr. H. Dailami Firdaus Anggota DPD RI Provinsi DKI Jakarta

Senator Dailami Firdaus Ingin Pembangunan GSW Perhatikan Akses Bongkar Muat Kapal dan harus Harmonis serta Berdampak Positif terhadap Pembangunan di Kepulauan Seribu.

JAKARTA- Senator Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) DKI Jakarta, Dailami Firdaus mendukung pembangunan Giant Sea Wall (GSW) sebagai salah satu upaya mengatasi terjadinya genangan di kawasan pesisir Jakarta yang disebabkan rob.

Meski diperlukan, Dailami mengingatkan agar pembangunan GSW juga memperhatikan aspek akses yang memudahkan untuk bongkar muat kapal.

“Kita ketahui, GSW ini tentu dibangun dengan ketinggian tertentu. Sehingga, perlu infrastruktur yang memudahkan akses bongkar muat, termasuk bagi nelayan,” kata Bang Dai, sapaan akrabnya, Senin (14/7/2025).

Prof. Dr. H. Dailami Firdaus Anggota DPD RI Provinsi DKI Jakarta bersama Abcandra Muhammad Akbar Supratman dan Anggota MPR RI Kelompok DPD RI.

Unsur Pimpinan Ketua Komite III DPD RI ini menjelaskan, pembangunan GSW juga perlu dilakukan secara harmonis dan berdampak positif terhadap pembangunan di Kepulauan Seribu.

Menurutnya, hal itu bertujuan untuk menjaga keberlanjutan ekosistem dan keberlangsungan wilayah pesisir yang menjadi bagian integral Kepulauan Seribu sebagai wilayah DKI Jakarta.

“Pembangunan Giant Sea Wall merupakan langkah strategis dalam melindungi Jakarta dari ancaman banjir dan kenaikan air laut. Namun demikian, proyek ini harus diselaraskan dengan pembangunan di Kepulauan Seribu agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap ekosistem dan keberlanjutan lingkungannya,” paparnya.

Ia menambahkan, sinergitas antara proyek besar ini dan pembangunan di Kepulauan Seribu penting untuk memastikan manfaat maksimal bagi masyarakat dan lingkungan.

“Kita harus memastikan bahwa pembangunan ini tidak hanya fokus pada aspek perlindungan. Tetapi, juga memperhatikan aspek keberlanjutan dan ekosistem yang menjadi rumah bagi berbagai flora dan fauna laut yang akhirnya akan menumbuhkan dan menguatkan ekonomi masyarakat di Kepulauan Seribu,” terangnya.

Bang Dai mengajak seluruh pihak terkait untuk memperhatikan aspek lingkungan dan keberlanjutan dalam setiap tahap pembangunan GSW demi masa depan pesisir utara Jakarta dan Kepulauan Seribu yang lebih aman, nyaman, hijau, dan lestari.

“Tidak cukup dengan GSW, kita juga perlu melakukan pendekatan lingkungan untuk mencegah terjadinya abrasi akibat air pasang. Termasuk, dengan menggencarkan penanaman mangrove atau bakau,” bebernya.

Ia menegaskan, penanaman mangrove juga akan memberikan manfaat terhadap keberlangsungan ekosistem laut, selain tentunya memberikan manfaat penghijauan.

“Kawasan pesisir Jakarta perlu lebih dimasifkan lagi penanaman mangrove karena memiliki banyak manfaat,” pungkas Dailami. *

Dokter Erni Daryanti : Gen Z yang sulit memiliki tempat tinggal dan ancaman sulitnya mencari kerja menjadi PR dan beban berat bersama.

Kabupaten Kotawaringin Barat, 26 Juni 2025. Saat ini permasalahan yang dialami Gen Z sangat kompleks, dimana kehidupan sehari-hari mereka selalu terhubung dengan dunia digital. Banyak yang merasa harus selalu tampil sempurna di media sosial. Hal ini menimbulkan/menumbuhkan Kecanduan terhadap like, views, atau validasi online bisa mengganggu hubungan sosial nyata dan kepercayaan diri. Sedangkan kontak fisik semakin berkurang, sedangkan kita hidup didunia nyata. Senator dr. Hj. Erni Daryanti, M.Bipomed yang akrab disapa dokter erni sebagai perwakilan dari MPR RI menjawab tantangan ini mewakili Lembaga MPR RI yang selalu mensosialisasikan 4 pilar kebangsaan di Pol Airud Kumai, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat.

Terpapar begitu banyak perspektif dan budaya melalui internet bisa menyebabkan kebingungan identitas. Banyak Gen Z mengalami krisis nilai, terutama terkait agama, moral, dan ideologi. Bagaimana negara hadir dalam permasalahan ini, sedangkan ini merupakan ancaman serius bagi degradasi moral dan mental. Sebagai dokter yang memahami psikologis dan anatomi tubuh manusia tentunya dapat memberikan gambaran bahwa betapa bahayanya gadget baik dari sisi mental maupun fisik.

Dalam paparannya Masih seputar permasalahan Gen Z adalah dimana Salah satu tantangan gen Z saat ini adalah Sulit memiliki rumah, kendaraan, atau aset karena tingginya biaya hidup dan gaji stagnan. Banyak yang memikul beban utang pendidikan (di negara tertentu) atau tekanan untuk menjadi mandiri secara finansial lebih awal. Demikian salah satu pertanyaan dari peserta sosialisasi tersebut, Mungkin adakah sosialisasi dan kiat yang dibuat pemerintah untuk memberikan yang bekerjasama dengan stakeholder MPR RI, DPR RI dan DPD RI. Tentunya komitmen dari MPR RI untuk tetap melaksanakan sosialisasi MPR RI adalah bentuk peran serta dalam menjaga ideologi dan falsafah bangsa. Ujar dokter erni sekaligus menutup acara sosialisasi MPR RI tersebut.

Prof. Dr. H. Dailami Firdaus Anggota MPR DPD RI Provinsi DKI Jakarta

Dailami Firdaus: Pemuda Harus Cerminkan Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

Dailami Firdaus, Anggota MPR DPD RI Provinsi DKI Jakarta, menyampaikan dan mengingatkan pentingnya peran pemuda dalam menjaga keutuhan bangsa Indonesia. Ia mengajak generasi muda untuk selalu mencerminkan dan menerapkan empat pilar utama kehidupan berbangsa dan bernegara, yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.

Dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bersama Pemuda Cinta Tanah Air  pada 13 Mei 2025 lalu, Dailami Firdaus menekankan bahwasannya, “Pemuda adalah tonggak masa depan bangsa. Oleh karena itu, mereka harus menjadi contoh dalam menerapkan nilai-nilai keempat pilar ini agar tercipta masyarakat yang harmonis, adil, dan makmur.”

Ia menegaskan bahwa Pancasila sebagai dasar negara harus menjadi pedoman dalam setiap tindakan dan sikap. Selain itu, pemahaman terhadap UUD 1945 sangat penting untuk menjamin hak dan kewajiban warga negara. Pemuda juga diminta untuk menghargai keberagaman bangsa Indonesia yang tercermin dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika, serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dailami Firdaus menambahkan, “Kita semua harus bersatu padu, saling menghormati, dan memperkuat persatuan serta kesatuan bangsa. Pemuda harus menjadi motor penggerak pembangunan dan penjaga nilai-nilai luhur bangsa ini.”

Di Ujung saya mengingatkan bahwa peran aktif pemuda dalam menjaga empat pilar tersebut akan menentukan masa depan Indonesia yang lebih baik. Ia berharap generasi muda dapat menjadi agen perubahan yang membawa bangsa ini ke arah kemakmuran dan kedamaian dan pastinya berpartisipasi dalam pembangunan di Jakarta khususnya dikepulauan seribu. Tutup Dailami Firdaus

Hj. Happy Djarot Angggota MPR DPD RI Provinsi DKI Jakarta bersama Organisasi Wanita Provinsi DKI Jakarta

Happy Djarot, Empat Pilar Kebangsaan sebagai Pondasi Peran dan Fungsi Perempuan

Sebagai warga negara Indonesia, kita memiliki fondasi kebangsaan yang kokoh, yang dirumuskan dalam Empat Pilar MPR RI. Pilar-pilar ini bukan sekadar dokumen normatif, melainkan nilai-nilai fundamental yang menyatukan bangsa dalam keberagaman, serta menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pemahaman dan pengamalan Empat Pilar MPR RI sangat penting untuk memperkokoh identitas kebangsaan serta menjaga stabilitas dan integritas nasional. Sosialisasi Empat Pilar juga menjadi salah satu tugas utama MPR RI, agar generasi muda dan seluruh rakyat Indonesia mampu menerapkan nilai-nilai luhur ini dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam upaya memperkuat wawasan kebangsaan dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI kembali menggelar sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan kepada rakyat Indonesia semua generasi.  Empat Pilar yang terdiri dari Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika dianggap sebagai fondasi utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan bersama Organisasi Wanita Provinsi DKI Jakarta pada 17 Mei 2025 lalu, Happy Djarot Anggota DPD RI Dapil Jakarta menekankan pentingnya nilai-nilai luhur dalam Empat Pilar sebagai pondasi peningkatan peran dan fungsi perempuan dalam pembangunan nasional. Sebagaimana Diktum Kesatu huruf C Keputusan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2024 tentang Rekomendasi Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Masa Jabatan 2019-2024 “Mendorong Pebudayaan nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 , Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika”.

Sosialisasi 4 Pilar MPR RI dapat menjadi landasan untuk memperkuat peran dan fungsi perempuan dalam berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan memahami dan mengapilkasikan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam 4 Pilar Kebangsaan, perempuan dapat berkontribusi lebih optimal dalam pembangunan nasional. Tutup Happy Djarot.

dr. Hj. Erni Daryanti, M.Biomed Anggota MPR DPD RI Provinsi Kalimantan Tengah.

dr. Erni, Pelajar Harus Paham dan Mengamalkan 4 Pilar Kebangsaan.

Anggota MPR DPD RI Provinsi Kalimantan Tengah dr. Erni menekankan pentingnya pemahaman dan pengamalan 4 Pilar Kebangsaan di kalangan anak anak pelajar dalam sosialisasi yang diadakan di SMKN 3 Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Kamis (15/5/2025). Ia menyebutkan bahwa 4 Pilar Kebangsaan—Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—bukan sekadar konsep, melainkan penopang keberlanjutan bangsa yang harus dipahami dan diamalkan oleh generasi penerus.

“Empat Pilar Kebangsaan bukan hanya sekedar kata dan terangkai dalam kalimat selayaknya slogan, melainkan sebagai fondasi daripada bangsa ini. Memahami serta mengamalkan nilai-nilai empat pilar adalah tanggung jawab kita semua, terutama para generasi penerus bangsa,” ujar dr. Erni.

dr. Erni menegaskan bahwasannya pemahaman dan pelaksanaan empat pilar tersebut sangat penting, terutama untuk menjaga kemajemukan sekaligus merawat persatuan dan kesatuan bangsa di tengah gempuran dan bebasnya aliran maupun informasi-informasi asing yang begitu mudah dan tidak tersaring.

Terutama melalui gadget, sekarang ini tidak ada anak yang tidak memiliki gadget atau ponsel, kita harus hati-hati dalam melihat ataupun menerima informasi yang diterima melalui ponsel yang kita miliki. Sebagai pelajar kita harus menelaah segala informasi yang kita dapat melalui ponsel kita, jadi jangan langsung ditelan atau diterima tanpa kita pahami terlebih dahulu, agar tidak menjadi informasi yang sesat dan tentunya akan merugikan diri kita dan lingkungan.

Tentunya dengan pemahaman dan pelaksanaan empat pilar oleh kita semua maka kehidupan berbangsa dan bernegara diharapkan akan dapat berjalan sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung didalam pancasila terutama juga perwujudan daripada pembukaan UUD 1945.

Harapan kita bersama adalah tumbuhnya karakter pemuda dan pemudi yang benar-benar kuat, cerdas, berakhlak serta tertanam jiwa cinta terhadap tanah air. Demi mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Tutup dr. Erni.