Hj. Yustina Ismiati, SH., MH : Salah satu peran dari MPR RI dengan terus mensosialisasikan 4 pilar kebangsaan adalah untuk menguatkan nilai-nilai falsafah bangsa yang mendorong Masyarakat menjauhi perbuatan tercela


Dalam kesempatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI pada 21 Juni 2024 di Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah, Hj. Yustina Ismiati, SH., MH selaku Anggota MPR RI menyampaikan bahwa terdapat permasalahan besar bangsa Indonesia saat ini dengan hadirnya kecanggihan teknologi, salah satunya adalah maraknya serta semakin banyaknya korban judi online dari berbagai kalangan sehingga dampak yang ditimbulkan semakin signifikan. banyak Langkah yang sudah dilakukan pemerintah untuk mencegah bahkan memberantas masalah ini. Namun sepertinya hingga saat ini kecanduan judi online menjadi momok besar bangs kita. Salah satu peran dari MPR RI dengan terus mensosialisasikan 4 pilar kebangsaan adalah untuk menguatkan nilai-nilai falsafah bangsa yang mendorong Masyarakat menjauhi perbuatan tercela.

Pancasila sebagai dasar negara Indonesia yang mencakup lima prinsip, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, dan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, dapat diaplikasikan dalam menjawab tantangan era digitalisasi sebagai berikut, dalam poin Ketuhanan Yang Maha Esa Prinsip pertama Pancasila ini menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara yang berdasarkan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dalam konteks era digitalisasi, nilai-nilai moral dan etika dalam penggunaan teknologi dapat dipertahankan dengan mengedepankan aspek religiusitas. Hal ini bisa diwujudkan dengan mengembangkan aplikasi dan teknologi yang dapat memfasilitasi umat beragama dalam menjalankan ibadah dan kegiatan keagamaan lainnya. Kemudian Kemanusiaan yang Adil dan Beradab Prinsip kedua Pancasila menegaskan bahwa manusia harus diperlakukan dengan adil dan beradab. Era digitalisasi menimbulkan berbagai masalah terkait hak asasi manusia, seperti privasi, keamanan data, dan penyalahgunaan teknologi.

Oleh karena itu, prinsip kemanusiaan yang adil dan beradab harus diterapkan dalam pengembangan teknologi, termasuk perlindungan hak asasi manusia, penggunaan teknologi secara etis, dan kebebasan berekspresi yang bertanggung jawab. Pada sila Persatuan Indonesia Prinsip ketiga Pancasila menekankan bahwa Indonesia adalah negara yang bersatu. Dalam konteks era digitalisasi, teknologi dapat digunakan untuk memperkuat persatuan Indonesia dengan cara membangun kesadaran nasional, mendukung kerja sama antar daerah, serta memperkuat hubungan antar etnis dan budaya dalam masyarakat.

Kemudian dalam sila ke empat yaitu Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan Prinsip keempat Pancasila menegaskan bahwa kebijakan negara harus dilaksanakan secara demokratis, dengan melibatkan partisipasi masyarakat dan mengedepankan hikmat kebijaksanaan dalam pengambilan keputusan. Era digitalisasi membuka peluang partisipasi masyarakat yang lebih luas dan terbuka dalam proses pengambilan keputusan, misalnya melalui platform daring dan media sosial. Hal ini dapat memperkuat sistem demokrasi di Indonesia dengan memberikan kesempatan lebih besar bagi masyarakat untuk menyuarakan pendapat dan terlibat dalam pengambilan keputusan.

Kemudian yang terakhir dalam sila ke lima Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia Prinsip kelima Pancasila menekankan bahwa keadilan sosial harus ditegakkan untuk semua rakyat Indonesia. Dalam konteks era digitalisasi, teknologi dapat digunakan untuk mempercepat pemerataan ekonomi dan pendidikan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Pemerintah juga harus memastikan akses teknologi.

Jakarta Gelar Lomba Desain Batik Betawi 2024

Batik menjadi ikon Indonesia sebagai budaya dan khasanah bangsa, hampir seluruh wilayah di Indonesia memiliki Batik dengan ke-Khas an masing-masing. Begitupun dengan DKI Jakarta yang kental dan ikonik dengan budaya betawi. Tengah digelar acara lomba Desain Batik Betawi pada Tahun 2024, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono memberikan motivasi dalam acara Penganugerahan Juara Lomba Desain Batik Betawi 2024 di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, pada Kamis (30/5).

Kegiatan ini sangat baik guna memberikan inovasi dalam melahirkan corak atau motif batik yang baru dengan tetap menonjolkan ciri khas Betawi. Diharapkan melalui kegiatan seperti ini dapat melestarikan budaya dan menjaga originalitas budaya betawi itu sendiri. Diharapkan kedepan kegiatan seperti ini akan terus digelar dan dilaksanakan guna untuk menjaga semangat melestarikan budaya nasional khususnya budaya betawi.

Batik di Jakarta tidak seperti diwilayah lain yang memili sentra dan industri besar, di Jakarta industri batik bisa dibilang kurang mendapat sorotan dan support dari pemerintah daerah dan pusat. Sentra UMKM Batik di jakarta yang masih menjaga keasliannya tidak banyak, dengan adanya acara semacam ini semoga kedepan semakin dapat memajukan Batik Betawi.

Kawasan Aglomerasi PITA : “PJ Gubernur DKI Heru Budi Hartono dipandang mampu mengkomunikasikan antara kepentingan Daerah dengan Pusat”

Kawasan atau wilayah Jakarta akan dibentuk sebagai Kawasan aglomerasi pasca status DKI lepas dan menjadi Daerah Khusu Jakarta. kawasan aglomerasi sebagai kawasan perkotaan dalam konteks perencanaan wilayah yang menyatukan pengelolaan beberapa daerah kota dan kabupaten dengan kota penduduknya, sekalipun berbeda dari sisi administrasi. Kawasan aglomerasi dijadikan satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional berskala global yang mengintegrasikan tata kelola pemerintah, industri, perdagangan, transportasi terpadu, dan bidang strategis lainnya untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan nasional.

.

Hal ini dipandang bisa berjalan dengan baik karena PJ Gubernur dipandang mampu mengkomunikasikan antara kepentingan Daerah dengan Pusat. Ada catatan dalam aglomerasi ini diantaranya adalah mengenai mobilitas warga mengingat pemukiman para pekerja di Jakarta yang tentunya tidak sedikit yang berada di kota penyangga. Sehingga Jakarta sukses dan mampu mengintegrasikan transportasi terpadu. Dan ada beberapa hal juga yang menjadi catatan kami yang terkait aglomerasi selain integrasi transportasi warga kota penyangga, adalah ketersediaan air bersih bagi warga kedepannya dan pengelolaan sampah, hal ini sangat perlu diperhatikan.

Pj Gubernur DKI Jakarta Prioritaskan pembangunan SDM dalam RKPD 2025

Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kota Jakarta Selatan Tahun 2024 telah di gelar, untuk menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) DKI Jakarta Tahun 2025. Pada kesempatan pembukaan musrenbang tersebut hadir Pj Gubernur Heru, memprioritaskan pembangunan tahun 2025 yaitu peningkatan sumber daya manusia berkualitas serta ekonomi inklusif dan berkelanjutan dengan mengusung empat isu prioritas dalam RKPD 2025. Peningkatan kualitas lingkungan dan infrastruktur kota, akselerasi pertumbuhan ekonomi, tata kelola pemerintahan yang adaptif, dan peningkatan kesejahteraan Masyarakat. Serta menfokuskan pada Urban Tourism dan sentra ekonomi kreatif. Seperti kita ketahui bersama bahwa Jakarta Selatan menjadi area yang menarik dan sering dijadikan ikon para kawula muda dengan menyebut dan bangga sebagai “anak jaksel”.

Hal ini sangat memiliki relevansi dengan apa yang diusung oleh Pj. Gubernur DKI dalam Musrenbang Jakarta Selatan. Dimana banyak sekali lokasi yang menjadi favorite warga dan dijadikan sebagai pusat pengembangan ekonomi kreatif dan urban tourism terutama untuk kalangan menengah kebawah, sehingga tidak saja mall yang berkembang tetapi juga UMKM bisa diberikan perhatian khusus sehingga juga berdampak kepada perekonomian Masyarakat Jakarta.

Selain hal tersebut empat fokus yang lain yang tentunya sudah baik dan harus kita dorong bersama-sama, sehingga tata Kelola pemerintahan yang adaptif berjalan dengan baik karena di era digitalisasi simplifikasi melalui sistem digital akan mempercepat pertumbuhan kota Jakarta, hanya perlu perhatian dari Pj. Gubernur DKI pada kualitas lingkungan dan infrastruktur kota, agar perencanaan dan program pembangunan nantinya bisa mengakomodir mobilitas urban worker dari daerah penyangga sehingga mobilitas tidak menimbulkan ekses negatif misal kemacetan serta polusi.

Rumah Warga Kamal Muara yang Kini Tersambung Pipa Air Bersih

Issue air bersih menjadi salah satu perhatian Pj Gubernur DKI saat ini. Sekitar 3.000 keluarga saat ini telah tersambung pipa air bersih dari PAM Jaya. Fasilitas tersebut diklaim dapat sedikit meringankan beban warga yang selama ini harus membeli air bersih dari pedagang keliling. Biasanya warga membeli air gerobak sehari Rp 10.000 sampai Rp 15.000. Tergantung pemakaiannya. Bahkan, kalau gerobak masuk ke dalam gang, harganya lebih tinggi lagi. Jadi rata-rata wearga beli air Rp 400.000 sebulan. Artinya dari nilai 400.000/bulan jika bisa dicover oleh pemerintah daerah maka sangat membantu sekali untuk kebutuhan yang lain.

Setelah tersambung pipa air bersih, pengeluaran warga berkurang signifikan. Mereka hanya mengeluarkan uang sekitar Rp 150.000 setiap bulan. Nilai ini jauh jika dibandingkan membeli di gerobak yang jumlahnya lebih dari 2x lipat.
Informasi yang menyebutkan bahwa Rumah Warga Kamal Muara yang Kini Tersambung Pipa Air Bersih menjadi sebuah langkah nyata dan konrit Pj. Gubernur DKI dalam membantu warga dalam mendapatkan air bersih. Warga di kawasan Jalan Kamal Muara sebelumnya kesulitan mendapatkan air bersih. Sebab, air tanah di permukiman ini keruh dan asin sehingga tidak layak untuk digunakan. Selama ini, warga harus membeli air bersih dari pedagang keliling untuk memenuhi kebutuhan minum, mandi, dan mencuci. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui PAM Jaya mulai memasang saluran pipa air bersih di permukiman tersebut sejak November 2023. Kedepan warga diharapkan untuk bisa menjaga infrastruktur air bersih tersebut agar bisa digunakan dalam jangka panjang.

Hj. Yustina Ismiati, SH., MH : “Semua elemen atau komponen bangsa harus saling bergandengan menjaga keutuhan NKRI.”

Hj. Yustina Ismiati, SH., MH selaku Anggota MPR RI melakukan Sosisalisasi 4 Pilar MPR RI

Kondisi dan situasi saat ini memang mengharuskan semua elemen atau komponen bangsa untuk saling bergandengan menjaga keutuhan NKRI, melalui sosialisasi MPR RI ini adalah guna menjaga 4 pilar yang seharusnya kita jaga. Dan bagaimana MPR RI merespon issue yang saat ini berkembang di Masyarakat salah satunya dengan melakukan dialog dan menyerap aspirasi Masyarakat di setiap Daerah. Anggota MPR RI yang terdiri dari Anggota DPR RI dan DPD RI memiliki tugas dan wewenang dalam pengawasan sehingga dengan fungsi yang dimiliki masing-masing anggota dapat berjalan dengan baik. Sehingga issue yang beredar hangat dimasyarakat jika menyangkut stabilitas ekonomi, keamanan dan politik tentunya akan direspon secara cepat oleh pihak-pihak yang sudah kami sebutkan diatas. Terkait dengan permasalahn korupsi yang akhir-akhir ini marak terjadi dan bahkan ramai diperbincangkan dikalangan Masyarakat. Kami selaku anggota MPR RI tentunya menyerahakan sepenuhnya hal tersebut kepada pihak yang berwenang dalam hal ini seluruh komponen penegak hukum. Dan tentunya mendukung Langkah-langkah yang dilakukan oleh seluruh pihak terkait. Hal ini disampaikan oleh Hj. Yustina Ismiati, SH., MH. Selaku Anggota MPR RI bersama Pasukan Kuning dan Pasukan Hijau pada 4 Mei 2024 di Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.

Negara Indonesia adalalah Bhineka Tunggal Ika, para pendahulu terutama founding father telah menyelesaikan permasalahan tersebut dalam PANCASILA dan UUD 1945, jadi jika terjadi isu-isu yang berdampak langsung terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara tentunya kita harus mengembalikan lagi kepada tujuan awal Bangsa ini didirikan.

kegiatan ini diharapkan sebagai umpan balik bagi Anggota MPR RI dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika, sehingga dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, Dailami Firdaus Ajak BKMT menjadi garda penguatan menuju Indonesia Emas

Prof. Dr. H. Dailami Firdaus, S.H., LL.M memberikan pemahaman tentang sosialisasi empat pilar kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika) kepada pengurus dan kader Badan Kontak Majelis Taklim ( BKMT ), Sabtu (4/5/2024).

BKMT sebagai organisasi muslimah besar sangatlah memiliki peran penting sebagai garda terdepan didalam mencetak dan membentuk karakter para generasi penerus masa depan yang berkualitas. Selain melalui peran penting orang tua, pendidikan yang berkualitas juga sangat berperan penting terutama bagi generasi Z. Penguatan karakter baik yang berada dalam mata pelajaran maupun didapat melalui kegiatan-kegiatan pendukung disekolah diharapkan dapat menjadi kunci utama terjadinya peningkatan bagi generasi masa depan baik dari segi ilmu dan wawasan serta mencetak generasi yang berakhlak dan memiliki kreatifitas tentunya.

Prof Dailami menyampaikan kita semua harus bersama-sama menjaga keutuhan dan kedaulatan Indonesia, di antaranya dengan menjadikan 4 Pilar Kebangsaan sebagai nyawa sekaligus gerakan kita semua dalam berkehidupan sehari-hari. Jadikan 4 pilar sebagai semangat kita semua untuk mengabdi, menjaga Indonesia yang kita cintai dan menjadikannya sebagai dasar utama untuk kita bisa memberikan yang terbaik bagi bangsa Indonesia. Selain itu juga karakter kebangsaan juga mencakup kehadiran kerja sama antargenerasi untuk mencapai visi Indonesia yang maju serta Indonesia berdaya saing global.

Diujung saya berharap agar apa yang saya sampaikan bisa diterapkan dan bersama-sama kita lakukan mulai dari hal terkecil dan lingkungan terkecil, agar menjadi suatu kebiasaan sehinga akan terus menjadi suatu gerakan yang masif dan menuju kepada perubahan dalam kebaikan dan kebermanfaatan. Tutup Prof. Dailami Firdaus.

Hj. Yustina Ismiati, SH., MH : “4 Pilar Kebangsaan adalah satu paket kekuatan dan pondasi bangsa Indonesia yang menjadi Benteng Masa Depan”

Pangkalanbun, Kotawaringin Barat – Kalimantan Tengah

Hj. Yustina Ismiati, SH., MH menggelar sosialisasi 4 Pilar MPR RI di gedung sebaguna terbuka, Jl. HM Rafi’i, Pasir Panjang, Arut Selatan pada 15 Maret 2024. Dalam kesempatan tersebut hadir ditengah-tengah masyarakat Senator Kalimantan Tengah tersebut menyampaikan materi sosialisasi bersama narasumber lainnya. sebagai senator Provinsi Kalimantan Tengah yang sekaligus juga Anggota MPR RI beliau menyampaikan betapa pentinya dan perlu sekali sosialisasi MPR RI ini diadakan.

 

Di Era digitalisasi dan teknologi seperti saat ini generasi muda bahkan generasi tua pun sudah sibuk dengan gadget nya masing-masing. kurangnya pemahaman tentang apa itu pilar kebangsaan menjadikan adanya penurunan moral dan etika dikalangan masyarakat. maka dari itu di kesempatan tersebut Hj. Yustina Ismiati menyampaikan “Pentingnya landasan yang kokoh yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. 4 Pilar ini adalah satu paket kekuatan dan pondasi bangsa Indonesia yang dapat menjadi benteng di masa depan.

Solusi berbangsa dan benergara sudah tercantum dan termaktub didalam pilar bangsa tersebut”. Ungkap Senator Perempuan satu-satunya dari Kalimantan Tengah tersebut.

 

Bagaimana kita mengaplikasikan dari 4 pilar tersebut dalam kehidupan sehari-hari. banyak sekali falsafah hidup yang dapat kita aplikasikan untuk anak-anak kita sebagai generasi penerus bangsa. adalah nilai Gotong Royong, Toleransi dan Kerukunan antar umat beragama. ketiga hal tersebut adalah contoh hal yang bisa kita praktekan dalam kehidupan sehari-hari dilingkungan rumah atau dilingkungan sekitar kita. lunturnya budaya Gotong Royong menjadikan masyarakat Indonesia menjadi masyarakat yang hidup individualistik dan menurunnya kepekaan terhadap nilai tolong menolong. hal ini yang perlu kita kuatkan lagi secara bersama-sama, menjadi tugas bersama baik seluruh stake holder, pemerintah, dan juga masyarakat agar tercapai tujuan dan cita-cita bangsa Indonesia seperti yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945.

Dailami Firdaus, Sosialisasikan Empat Pilar Kepada Majelis Taklim

Anggota DPD/ MPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Provinsi DKI Jakarta Prof. Dr. H. Dailami Firdaus, S.H., LL.M, mensosialisasikan empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara yaitu, Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika kepada warga dan majelis taklim. Minggu (10/3/2024).

Prof. Dailami Firdaus yang biasa disapa Bang Dai selaku Anggota MPR RI terpilih mengatakan, bahwa anggota MPR itu terdiri dari anggota DPR RI dan DPD RI yang mana dalam salah satu tugas pokok dan fungsinya adalah memberikan pemahaman dan sosialisasi kepada masyarakat tentang 4 Pilar.

Pancasila tidak sekedar dihafal atau cukup didengarkan dan disampaikan, namun juga harus diaplikasikan dan diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat. Ujar Bang Dai

Kemudian UUD 1945, yang sama-sama disepakati sebagai pedoman dan sumber hukum dari perundangan – perundangan, peraturan daerah maupun peraturan lainnya yang sifatnya mengikat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

NKRI adalah komitmen kita dalam berbangsa dan bernegara, lalu Bhineka Tinggal Ika sebuah komitmen dalam menyatukan, memperkuat dan memperindah jalinan ikatan daripada suatu bangsa. Tutur Bang Dai

Saya minta kepada ibu-ibu agar dapat mengenalkan nilai-nilai Pancasila pada anak usia dini, karena hal ini sangat penting untuk membentuk karakter kepribadian anak-anak sebaagai generasi penerus bangsa.

Sehingga kita bisa memastikan bahwasannya anak-anak kita tidak hanya pintar dalam keilmuan saja, namun juga memahami dan mengedepankan adab serta nilai-nilai luhur yang sudah ada dan terjaga selama ini didalam kehidupan bermasyarakat.

“Jika semua elemen bangsa ini telah menerapkanya, saya optimis Bangsa Indonesia akan semakin besar dan berkembang dan akan tercipta masyarakat yang adil makmur, sesuai dengan cita cita beridirinya Bangsa Indonesia. Tutup Bang Dailami

Membangun Karakter Pemuda Daerah yang siap menghadapi tantangan Indonesia Emas 2045 melalui 4 Pilar Kebangsaan sebagai Solusi.

Kotawaringin Barat, 22 Januari 2024

Untuk mewujudkan Indonesia Emas, harus meratakan pendidikan di seluruh wilayah Indonesia, bila tidak impian negara maju hanya akan tinggal slogan. Ketiga, meningkatnya intoleransi di Indonesia. Beberapa tahun terakhir, Indonesia menghadapi tantangan serius terkait intoleransi dan minimnya jaminan kebebasan beragama.

Sesuai dengan visi Indonesia Emas 2045, pemuda dapat menjadi pendorong utama dalam berbagai sektor, seperti ekonomi, pendidikan, sosial, dan politik. Dengan kreativitas, semangat, dan tekad, pemuda dapat menggerakkan perubahan positif dalam masyarakat.

Beberapa faktor bisa menjadi penghambat impian Indonesia emas tahun 2045, seperti tidak waspadanya kita terhadap budaya asing yang negatif yang berperan mengubah generasi muda kita ke arah perilaku yang negatif, kemudian gagalnya kita mengelola sumber daya alam dan kekayaan kita sehingga dengan mudah diambil.

Tiga tantangan besar tersebut adalah tantangan teknologi, ekologi, dan ideologi. Dengan demikian, dapat dipahami bahwa perjuangan bangsa ini belumlah usai, terutama bagi pemuda-pemudi Indonesia yang merupakan generasi penerus bangsa. dalam kesempatan tersebut Hj. Yustina Ismiati, SH., MH menyampaikan bahwa 4 pilar bangsa Indonesia sudah menjadi jawaban dan solusi untuk menghadapi tantangan kedepan.

kegiatan yang diadakan di SMAN 2 Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat tersebut menambah wawasan baru bagi pelajar dan Gen Z yang jumlahnya cukup besar saat ini. dan bangsa Indonesia saat ini berada dalam Bonus Demografi.