Dailami Firdaus, “Empat Pilar Kebangsaan, Harus Terapilkasi Sejak Usia Dini”

Anggota MPR DPD RI Dapil Jakarta Prof. Dr. H. Dailami Firdaus, S.H., LL.M mensosialisasikan empat pilar kebangsaan kepada anak anak usia dini pengajian MT. Shobahul Khoir bersama para pengajar (20/7/2024).

Kegiatan yang bertempat di Ruang SKKT, Pulau Panggang, Kepulauan Seribu berjalan dengan penuh hikmat dan juga diselingi candaan yang membuat gelak tawa para peserta. Bang Dailami memaparkan empat pilar kebangsaan yaitu, Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhineka Tunggal Ika.

Sebagai penerus bangsa, adik adik semua haruslah paham dan juga melaksanakan apa yang yang telah saya sampaikan, baik saat bemain dan berkumpul dengan teman teman, maupun pada saat dirumah. Ketika sedang bermain adik adik tidak boleh memilih teman untuk bermain, tetapi harus merangkul semua dan bermain bersama. Pada saat dirumah adik adik harus menurut terhadap orang tua dan mengerjakan perintah dari orang tua. Ujar Dailami

Rasa cinta terhadap tanah air harus dimiliki oleh adik adik semua dan juga harus terus di sampaikan dan diingatkan serta dicontohkan oleh para pengajar, terutama para guru ngaji, karena itu adalah hal yang penting. Dalam memberikan contoh, guru guru dan pengajar harus mencontohkan dengan cara yang mudah dimengerti oleh anak anak. Tutur Dailami

“Jangan sampai anak anak terjebak dengan kesukaan terhadap gadget atau ponsel, karena itu akan membuat anak anak menjadi individualis dan juga tidak mau bersosialisasi dengan teman teman sejawatnya. Anak anak juga harus lebih diperkenalkan kepada budaya dan adat istiadat asli warisan leluhur kita, jangan sampai pudar bahkan hilang nantinya. Termasuk penanaman nilai- nilai empat pilar kebangsaan ini, agar generasi sekarang menjadi lebih mencitai tanah air dikedepan harinya,” harap Dailami.

“Momen sosialisasi empat pilar kebangsaan ini juga menjadi ajang menjaring aspirasi kepada masyarakat. Mengingat tidak dipungkiri masih banyak aspirasi masyarakat yang berasal dari orang tua murid juga para pengajar ataupun guru ngaji, terutama perihal sarana dan prasarana pendidikan, biaya tinggi dan lain sebagainya. Insya Allah, aspirasi itu kita bawa ke pusat dan disampaikan kepada pihak terkait,” pungkas Dailami Firdaus.

Anggota MPR RI/DPD RI Hj. Yustina Ismiati, SH., MH : “Membangun Generasi Emas adalah Tugas Bersama”

Kotawaringin Barat, 20 Juli 2024

Menuju Indonesia Emas Tahun 2045 nanti tentunya kita harus mempersiapkan diri baik dari sisi SDM maupun kesiapan mental bangsa.  Generasi masa depan sebagai sumber daya manusia (SDM) yang perlu mendapat perhatian serius dalam era globalisasi saat ini karena generasi emas mempunyai peran yang sangat strategis dalam mensukseskan pembangunan nasional. Kolaborasi antara generasi muda dan Seluruh Komponen Bangsa merupakan salah satu wujud dalam mencapai “Indonesia Emas 2045”. Dengan teknologi, keterlibatan masyarakat, kesadaran lingkungan, dan pendidikan, generasi muda dapat membantu membangun masyarakat yang lebih inklusif, berkelanjutan serta maju.

Diperlukan peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi prioritas penting dalam mengoptimalkan bonus demografi. Maka dari itu, investasi dalam pendidikan dan pelatihan menjadi kunci untuk mempersiapkan Generasi Emas 2045 dengan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja yang terus berkembang. Pada 1996 Indonesia pernah menetapkan “Indonesia Emas”. Di era itu, pemerintah saat itu telah mengusung Indonesia Emas dengan visi dan misi ingin mengangkat derajat bangsa Indonesia menjadi negara maju dan sejahtera pada 2045. Hal ini tentunya menjadi cita-cita dan tujuan bersama dalam mewujudkannya.

Dalam Kesempatan tersebut Hj. Yustina Ismiati, SH., MH selaku anggota MPR RI/DPD RI menyambaikan betapa pentingnya kolaborasi dan peran secara bersama-sama antara pemerintah sebagai pemangku kepenting beserta seluruh jajarannya dan Masyarakat. karena generasi emas tidak serta merta tumbuh dengan mudah dan cepat jika tidak adanya pendampingan, pengawasan dan kontroling dari para orangtua. demikian yang disampaikan Senator Perempuan dari Kalimantan Tengah dalam acara Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat.

Sosialisasi Empat Pilar, Prof Dailami Firdaus : Keragaman Budaya Adalah Kekuatan Bangsa

Sosialisasi empat pilar akan terus digalakan kepada generasi muda, khususnya bagi peserta didik dimulai dari usia dini. Sehingga pengamalan pilar-pilar kebangsaan di lingkungan akan terus di implementasikan. Ujar Prof. Dailami Firdaus Anggota MPR Provinsi Jakarta dalam sambutannya dikegiatan sosialisasi empat pilar kebangsaan yaitu, ancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Rabu ( 19/6/2024 ).

Semboyan Bhinneka Tunggal Ika tertulis pada lambang negara Indonesia yaitu Garuda Pancasila. Semboyan Bhinneka Tunggal Ika berarti berbeda-beda tetapi tetap satu. Makna Bhinneka Tunggal Ika adalah meskipun berbeda-beda tetapi pada hakikatnya bangsa Indonesia tetap satu kesatuan. Semboyan ini menggambarkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang memiliki keberagaman suku bangsa, budaya, bahasa daerah, agama dan kepercayaan, ras maupun antargolongan.

Dengan demikian, semboyan Bhinneka Tunggal Ika dipergunakan sebagai upaya mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Meskipun berbeda-beda suku bangsa, adat istiadat, ras dan agama, masyarakat Indonesia tetap bersatu dalam perjuangan mengisi kemerdekaan. Untuk mewujudkan cita-cita negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Keberagaman bukan unsur perpecahan namun justru yang menciptakan kesatuan bangsa melalui semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Kesatuan adalah upaya untuk mempersatukan perbedaan suku, adat istiadat, ras dan agama untuk menjadi satu yaitu bangsa Indonesia.

Prof. Dai mengingatkan bahwa Indonesia, sebagai negara dengan keanekaragaman etnis, budaya, dan agama, harus memiliki fondasi yang kokoh dalam menjaga kesatuan dan persatuan bangsa. Keanekaragaman ini mencakup lebih dari 1.300 suku bangsa, ratusan bahasa daerah, dan berbagai agama serta kepercayaan yang hidup berdampingan di wilayah yang luas dan terdiri dari ribuan pulau. Di tengah keragaman ini, Indonesia berhasil menjaga stabilitas dan harmoni melalui pilar-pilar kebangsaan yang kuat.

“Bhinneka Tunggal Ika adalah sebuah frase yang melambangkan keberagaman dan persatuan bangsa Indonesia. Frase ini mengajarkan pentingnya menghormati perbedaan dalam satu kesatuan. Bhinneka Tunggal Ika menjadi semangat perjuangan bangsa Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan dan membangun negara yang adil dan makmur. Frase ini juga menjadi landasan bagi pengakuan hak-hak minoritas dan kerukunan antar umat beragama di Indonesia. Bhinneka Tunggal Ika juga menjadi inspirasi bagi seni dan budaya Indonesia. Namun, semangat Bhinneka Tunggal Ika perlu terus dihidupkan dan diperkuat di tengah perkembangan zaman dan tantangan globalisasi. Bhinneka Tunggal Ika adalah warisan berharga yang harus dijaga dan dilestarikan oleh setiap warga negara Indonesia” pungksanya.

Hj. Yustina Ismiati, SH., MH : Salah satu peran dari MPR RI dengan terus mensosialisasikan 4 pilar kebangsaan adalah untuk menguatkan nilai-nilai falsafah bangsa yang mendorong Masyarakat menjauhi perbuatan tercela


Dalam kesempatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI pada 21 Juni 2024 di Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah, Hj. Yustina Ismiati, SH., MH selaku Anggota MPR RI menyampaikan bahwa terdapat permasalahan besar bangsa Indonesia saat ini dengan hadirnya kecanggihan teknologi, salah satunya adalah maraknya serta semakin banyaknya korban judi online dari berbagai kalangan sehingga dampak yang ditimbulkan semakin signifikan. banyak Langkah yang sudah dilakukan pemerintah untuk mencegah bahkan memberantas masalah ini. Namun sepertinya hingga saat ini kecanduan judi online menjadi momok besar bangs kita. Salah satu peran dari MPR RI dengan terus mensosialisasikan 4 pilar kebangsaan adalah untuk menguatkan nilai-nilai falsafah bangsa yang mendorong Masyarakat menjauhi perbuatan tercela.

Pancasila sebagai dasar negara Indonesia yang mencakup lima prinsip, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, dan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, dapat diaplikasikan dalam menjawab tantangan era digitalisasi sebagai berikut, dalam poin Ketuhanan Yang Maha Esa Prinsip pertama Pancasila ini menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara yang berdasarkan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dalam konteks era digitalisasi, nilai-nilai moral dan etika dalam penggunaan teknologi dapat dipertahankan dengan mengedepankan aspek religiusitas. Hal ini bisa diwujudkan dengan mengembangkan aplikasi dan teknologi yang dapat memfasilitasi umat beragama dalam menjalankan ibadah dan kegiatan keagamaan lainnya. Kemudian Kemanusiaan yang Adil dan Beradab Prinsip kedua Pancasila menegaskan bahwa manusia harus diperlakukan dengan adil dan beradab. Era digitalisasi menimbulkan berbagai masalah terkait hak asasi manusia, seperti privasi, keamanan data, dan penyalahgunaan teknologi.

Oleh karena itu, prinsip kemanusiaan yang adil dan beradab harus diterapkan dalam pengembangan teknologi, termasuk perlindungan hak asasi manusia, penggunaan teknologi secara etis, dan kebebasan berekspresi yang bertanggung jawab. Pada sila Persatuan Indonesia Prinsip ketiga Pancasila menekankan bahwa Indonesia adalah negara yang bersatu. Dalam konteks era digitalisasi, teknologi dapat digunakan untuk memperkuat persatuan Indonesia dengan cara membangun kesadaran nasional, mendukung kerja sama antar daerah, serta memperkuat hubungan antar etnis dan budaya dalam masyarakat.

Kemudian dalam sila ke empat yaitu Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan Prinsip keempat Pancasila menegaskan bahwa kebijakan negara harus dilaksanakan secara demokratis, dengan melibatkan partisipasi masyarakat dan mengedepankan hikmat kebijaksanaan dalam pengambilan keputusan. Era digitalisasi membuka peluang partisipasi masyarakat yang lebih luas dan terbuka dalam proses pengambilan keputusan, misalnya melalui platform daring dan media sosial. Hal ini dapat memperkuat sistem demokrasi di Indonesia dengan memberikan kesempatan lebih besar bagi masyarakat untuk menyuarakan pendapat dan terlibat dalam pengambilan keputusan.

Kemudian yang terakhir dalam sila ke lima Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia Prinsip kelima Pancasila menekankan bahwa keadilan sosial harus ditegakkan untuk semua rakyat Indonesia. Dalam konteks era digitalisasi, teknologi dapat digunakan untuk mempercepat pemerataan ekonomi dan pendidikan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Pemerintah juga harus memastikan akses teknologi.

Jakarta Gelar Lomba Desain Batik Betawi 2024

Batik menjadi ikon Indonesia sebagai budaya dan khasanah bangsa, hampir seluruh wilayah di Indonesia memiliki Batik dengan ke-Khas an masing-masing. Begitupun dengan DKI Jakarta yang kental dan ikonik dengan budaya betawi. Tengah digelar acara lomba Desain Batik Betawi pada Tahun 2024, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono memberikan motivasi dalam acara Penganugerahan Juara Lomba Desain Batik Betawi 2024 di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, pada Kamis (30/5).

Kegiatan ini sangat baik guna memberikan inovasi dalam melahirkan corak atau motif batik yang baru dengan tetap menonjolkan ciri khas Betawi. Diharapkan melalui kegiatan seperti ini dapat melestarikan budaya dan menjaga originalitas budaya betawi itu sendiri. Diharapkan kedepan kegiatan seperti ini akan terus digelar dan dilaksanakan guna untuk menjaga semangat melestarikan budaya nasional khususnya budaya betawi.

Batik di Jakarta tidak seperti diwilayah lain yang memili sentra dan industri besar, di Jakarta industri batik bisa dibilang kurang mendapat sorotan dan support dari pemerintah daerah dan pusat. Sentra UMKM Batik di jakarta yang masih menjaga keasliannya tidak banyak, dengan adanya acara semacam ini semoga kedepan semakin dapat memajukan Batik Betawi.

Kawasan Aglomerasi PITA : “PJ Gubernur DKI Heru Budi Hartono dipandang mampu mengkomunikasikan antara kepentingan Daerah dengan Pusat”

Kawasan atau wilayah Jakarta akan dibentuk sebagai Kawasan aglomerasi pasca status DKI lepas dan menjadi Daerah Khusu Jakarta. kawasan aglomerasi sebagai kawasan perkotaan dalam konteks perencanaan wilayah yang menyatukan pengelolaan beberapa daerah kota dan kabupaten dengan kota penduduknya, sekalipun berbeda dari sisi administrasi. Kawasan aglomerasi dijadikan satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional berskala global yang mengintegrasikan tata kelola pemerintah, industri, perdagangan, transportasi terpadu, dan bidang strategis lainnya untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan nasional.

.

Hal ini dipandang bisa berjalan dengan baik karena PJ Gubernur dipandang mampu mengkomunikasikan antara kepentingan Daerah dengan Pusat. Ada catatan dalam aglomerasi ini diantaranya adalah mengenai mobilitas warga mengingat pemukiman para pekerja di Jakarta yang tentunya tidak sedikit yang berada di kota penyangga. Sehingga Jakarta sukses dan mampu mengintegrasikan transportasi terpadu. Dan ada beberapa hal juga yang menjadi catatan kami yang terkait aglomerasi selain integrasi transportasi warga kota penyangga, adalah ketersediaan air bersih bagi warga kedepannya dan pengelolaan sampah, hal ini sangat perlu diperhatikan.

Pj Gubernur DKI Jakarta Prioritaskan pembangunan SDM dalam RKPD 2025

Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kota Jakarta Selatan Tahun 2024 telah di gelar, untuk menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) DKI Jakarta Tahun 2025. Pada kesempatan pembukaan musrenbang tersebut hadir Pj Gubernur Heru, memprioritaskan pembangunan tahun 2025 yaitu peningkatan sumber daya manusia berkualitas serta ekonomi inklusif dan berkelanjutan dengan mengusung empat isu prioritas dalam RKPD 2025. Peningkatan kualitas lingkungan dan infrastruktur kota, akselerasi pertumbuhan ekonomi, tata kelola pemerintahan yang adaptif, dan peningkatan kesejahteraan Masyarakat. Serta menfokuskan pada Urban Tourism dan sentra ekonomi kreatif. Seperti kita ketahui bersama bahwa Jakarta Selatan menjadi area yang menarik dan sering dijadikan ikon para kawula muda dengan menyebut dan bangga sebagai “anak jaksel”.

Hal ini sangat memiliki relevansi dengan apa yang diusung oleh Pj. Gubernur DKI dalam Musrenbang Jakarta Selatan. Dimana banyak sekali lokasi yang menjadi favorite warga dan dijadikan sebagai pusat pengembangan ekonomi kreatif dan urban tourism terutama untuk kalangan menengah kebawah, sehingga tidak saja mall yang berkembang tetapi juga UMKM bisa diberikan perhatian khusus sehingga juga berdampak kepada perekonomian Masyarakat Jakarta.

Selain hal tersebut empat fokus yang lain yang tentunya sudah baik dan harus kita dorong bersama-sama, sehingga tata Kelola pemerintahan yang adaptif berjalan dengan baik karena di era digitalisasi simplifikasi melalui sistem digital akan mempercepat pertumbuhan kota Jakarta, hanya perlu perhatian dari Pj. Gubernur DKI pada kualitas lingkungan dan infrastruktur kota, agar perencanaan dan program pembangunan nantinya bisa mengakomodir mobilitas urban worker dari daerah penyangga sehingga mobilitas tidak menimbulkan ekses negatif misal kemacetan serta polusi.

Rumah Warga Kamal Muara yang Kini Tersambung Pipa Air Bersih

Issue air bersih menjadi salah satu perhatian Pj Gubernur DKI saat ini. Sekitar 3.000 keluarga saat ini telah tersambung pipa air bersih dari PAM Jaya. Fasilitas tersebut diklaim dapat sedikit meringankan beban warga yang selama ini harus membeli air bersih dari pedagang keliling. Biasanya warga membeli air gerobak sehari Rp 10.000 sampai Rp 15.000. Tergantung pemakaiannya. Bahkan, kalau gerobak masuk ke dalam gang, harganya lebih tinggi lagi. Jadi rata-rata wearga beli air Rp 400.000 sebulan. Artinya dari nilai 400.000/bulan jika bisa dicover oleh pemerintah daerah maka sangat membantu sekali untuk kebutuhan yang lain.

Setelah tersambung pipa air bersih, pengeluaran warga berkurang signifikan. Mereka hanya mengeluarkan uang sekitar Rp 150.000 setiap bulan. Nilai ini jauh jika dibandingkan membeli di gerobak yang jumlahnya lebih dari 2x lipat.
Informasi yang menyebutkan bahwa Rumah Warga Kamal Muara yang Kini Tersambung Pipa Air Bersih menjadi sebuah langkah nyata dan konrit Pj. Gubernur DKI dalam membantu warga dalam mendapatkan air bersih. Warga di kawasan Jalan Kamal Muara sebelumnya kesulitan mendapatkan air bersih. Sebab, air tanah di permukiman ini keruh dan asin sehingga tidak layak untuk digunakan. Selama ini, warga harus membeli air bersih dari pedagang keliling untuk memenuhi kebutuhan minum, mandi, dan mencuci. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui PAM Jaya mulai memasang saluran pipa air bersih di permukiman tersebut sejak November 2023. Kedepan warga diharapkan untuk bisa menjaga infrastruktur air bersih tersebut agar bisa digunakan dalam jangka panjang.

Hj. Yustina Ismiati, SH., MH : “Semua elemen atau komponen bangsa harus saling bergandengan menjaga keutuhan NKRI.”

Hj. Yustina Ismiati, SH., MH selaku Anggota MPR RI melakukan Sosisalisasi 4 Pilar MPR RI

Kondisi dan situasi saat ini memang mengharuskan semua elemen atau komponen bangsa untuk saling bergandengan menjaga keutuhan NKRI, melalui sosialisasi MPR RI ini adalah guna menjaga 4 pilar yang seharusnya kita jaga. Dan bagaimana MPR RI merespon issue yang saat ini berkembang di Masyarakat salah satunya dengan melakukan dialog dan menyerap aspirasi Masyarakat di setiap Daerah. Anggota MPR RI yang terdiri dari Anggota DPR RI dan DPD RI memiliki tugas dan wewenang dalam pengawasan sehingga dengan fungsi yang dimiliki masing-masing anggota dapat berjalan dengan baik. Sehingga issue yang beredar hangat dimasyarakat jika menyangkut stabilitas ekonomi, keamanan dan politik tentunya akan direspon secara cepat oleh pihak-pihak yang sudah kami sebutkan diatas. Terkait dengan permasalahn korupsi yang akhir-akhir ini marak terjadi dan bahkan ramai diperbincangkan dikalangan Masyarakat. Kami selaku anggota MPR RI tentunya menyerahakan sepenuhnya hal tersebut kepada pihak yang berwenang dalam hal ini seluruh komponen penegak hukum. Dan tentunya mendukung Langkah-langkah yang dilakukan oleh seluruh pihak terkait. Hal ini disampaikan oleh Hj. Yustina Ismiati, SH., MH. Selaku Anggota MPR RI bersama Pasukan Kuning dan Pasukan Hijau pada 4 Mei 2024 di Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.

Negara Indonesia adalalah Bhineka Tunggal Ika, para pendahulu terutama founding father telah menyelesaikan permasalahan tersebut dalam PANCASILA dan UUD 1945, jadi jika terjadi isu-isu yang berdampak langsung terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara tentunya kita harus mengembalikan lagi kepada tujuan awal Bangsa ini didirikan.

kegiatan ini diharapkan sebagai umpan balik bagi Anggota MPR RI dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika, sehingga dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, Dailami Firdaus Ajak BKMT menjadi garda penguatan menuju Indonesia Emas

Prof. Dr. H. Dailami Firdaus, S.H., LL.M memberikan pemahaman tentang sosialisasi empat pilar kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika) kepada pengurus dan kader Badan Kontak Majelis Taklim ( BKMT ), Sabtu (4/5/2024).

BKMT sebagai organisasi muslimah besar sangatlah memiliki peran penting sebagai garda terdepan didalam mencetak dan membentuk karakter para generasi penerus masa depan yang berkualitas. Selain melalui peran penting orang tua, pendidikan yang berkualitas juga sangat berperan penting terutama bagi generasi Z. Penguatan karakter baik yang berada dalam mata pelajaran maupun didapat melalui kegiatan-kegiatan pendukung disekolah diharapkan dapat menjadi kunci utama terjadinya peningkatan bagi generasi masa depan baik dari segi ilmu dan wawasan serta mencetak generasi yang berakhlak dan memiliki kreatifitas tentunya.

Prof Dailami menyampaikan kita semua harus bersama-sama menjaga keutuhan dan kedaulatan Indonesia, di antaranya dengan menjadikan 4 Pilar Kebangsaan sebagai nyawa sekaligus gerakan kita semua dalam berkehidupan sehari-hari. Jadikan 4 pilar sebagai semangat kita semua untuk mengabdi, menjaga Indonesia yang kita cintai dan menjadikannya sebagai dasar utama untuk kita bisa memberikan yang terbaik bagi bangsa Indonesia. Selain itu juga karakter kebangsaan juga mencakup kehadiran kerja sama antargenerasi untuk mencapai visi Indonesia yang maju serta Indonesia berdaya saing global.

Diujung saya berharap agar apa yang saya sampaikan bisa diterapkan dan bersama-sama kita lakukan mulai dari hal terkecil dan lingkungan terkecil, agar menjadi suatu kebiasaan sehinga akan terus menjadi suatu gerakan yang masif dan menuju kepada perubahan dalam kebaikan dan kebermanfaatan. Tutup Prof. Dailami Firdaus.