Archives February 2026

Edukasi Kebangsaan untuk Pelajar, dr. Hj. Erni Daryanti Tekankan Pentingnya Persatuan

Membangun Benteng Ideologi di Pesisir Kumai: dr. Hj. Erni Daryanti Tekankan Urgensi Persatuan di Madrasah Aliyah Babussalam

KUMAI, KOTAWARINGIN BARAT – Sebagai garda terdepan dalam menjaga keutuhan bangsa di masa depan, generasi muda dituntut tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki karakter nasionalisme yang kuat. Hal ini menjadi inti dari agenda Sosialisasi Empat Pilar Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) yang digelar oleh dr. Hj. Erni Daryanti di Madrasah Aliyah (MA) Babussalam, Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, pada Senin (15/12/2025).

Kegiatan yang bertajuk “Edukasi Kebangsaan untuk Pelajar” ini berlangsung interaktif di lingkungan sekolah yang religius tersebut. Di hadapan ratusan siswa, dr. Hj. Erni Daryanti memaparkan narasi komprehensif mengenai bagaimana nilai-nilai Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika menjadi “perisai” bagi pelajar dalam menghadapi tantangan global dan ancaman disintegrasi bangsa.

Dalam paparannya, dr. Hj. Erni menyoroti posisi strategis wilayah Kumai sebagai pintu gerbang maritim yang dinamis. Beliau menekankan bahwa kemajuan suatu daerah hanya dapat tercapai jika para pemudanya memiliki semangat persatuan yang kokoh dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang memecah belah.

“Kalian adalah pemilik masa depan Indonesia. Di tengah arus informasi digital yang begitu deras, nilai-nilai Empat Pilar harus menjadi kompas agar kalian tidak kehilangan arah. Persatuan bukanlah tentang penyeragaman, melainkan tentang bagaimana kita merajut perbedaan menjadi kekuatan kolektif untuk memajukan daerah, khususnya Kumai,” tegas dr. Hj. Erni Daryanti yang disambut riuh tepuk tangan siswa.

Dr. Erni membedah implementasi Empat Pilar secara substantif bagi dunia pendidikan:

  1. Pancasila sebagai Fondasi Akhlak: Menekankan bahwa nilai Ketuhanan dan Kemanusiaan harus melahirkan pelajar yang beretika, anti-perundungan (anti-bullying), dan saling menghormati.

  2. UUD 1945 sebagai Panduan Literasi Hukum: Mengajak siswa untuk melek hukum dan memahami hak serta kewajiban mereka sebagai warga negara sejak usia remaja.

  3. NKRI dan Integritas Wilayah: Menumbuhkan kesadaran untuk menjaga kedaulatan bangsa, mulai dari menjaga kebersihan lingkungan pesisir hingga mencintai budaya lokal.

  4. Bhinneka Tunggal Ika dalam Pergaulan: Membiasakan sikap toleransi di sekolah agar tercipta lingkungan belajar yang inklusif dan harmonis.

Pihak Madrasah Aliyah Babussalam menyampaikan apresiasi tinggi atas kehadiran dr. Hj. Erni Daryanti. Pimpinan madrasah menyatakan bahwa edukasi kebangsaan ini sangat krusial bagi siswa madrasah agar mereka memiliki pandangan yang seimbang antara ilmu agama dan wawasan kenegaraan.

Diskusi berlangsung hangat saat beberapa siswa mengajukan pertanyaan kritis mengenai peran pemuda dalam menjaga perdamaian di media sosial. dr. Hj. Erni dengan lugas memberikan kiat-kiat untuk menjadi “Duta Damai Digital” yang cerdas dalam menyaring informasi.

“Jangan biarkan perbedaan pendapat merusak persahabatan kalian. Ingat, sekolah ini adalah miniatur Indonesia. Jika di sini kalian bisa bersatu, maka kelak kalian akan mampu memimpin bangsa ini dengan bijaksana,” pungkas dr. Hj. Erni di akhir sesi.

Kegiatan ditutup dengan pemberian buku materi Empat Pilar secara simbolis kepada perpustakaan sekolah dan sesi foto bersama yang menunjukkan semangat sportivitas dan persaudaraan pelajar Kumai.

Sosialisasi 4 Pilar MPR RI Bersama dr. Hj. Erni Daryanti Disambut Antusias Masyarakat

Gelorakan Semangat Kebangsaan di Majelis Taklim, Sosialisasi 4 Pilar MPR RI Bersama dr. Hj. Erni Daryanti Disambut Antusias Masyarakat Kotawaringin Barat

KOTAWARINGIN BARAT, KALIMANTAN TENGAH – Semangat nasionalisme tidak hanya tumbuh di ruang-ruang formal kenegaraan, tetapi juga bersemi kuat di tengah majelis ilmu masyarakat. Hal ini terlihat jelas saat dr. Hj. Erni Daryanti menggelar agenda Sosialisasi Empat Pilar Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) yang berlangsung hangat di Musholah Al Hikmah, bersama ibu-ibu Majelis Taklim At-Tawwabin, Kabupaten Kotawaringin Barat, pada Minggu (14/12/2025).

Kehadiran dr. Hj. Erni Daryanti disambut dengan antusiasme luar biasa oleh puluhan jamaah. Suasana religius yang kental di Musholah Al Hikmah berpadu selaras dengan narasi kebangsaan yang disampaikan, menciptakan diskusi yang dinamis mengenai peran penting perempuan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari lingkup terkecil, yaitu keluarga.

Dalam pemaparannya yang komprehensif, dr. Hj. Erni Daryanti menekankan bahwa ibu-ibu majelis taklim memiliki peran strategis sebagai “benteng pertahanan” ideologi bangsa. Menurutnya, pemahaman mengenai Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika sangat krusial untuk dimiliki oleh kaum ibu agar dapat diwariskan kepada anak-anak mereka.

“Ibu adalah madrasah pertama bagi putra-putrinya. Jika ibu-ibu di Majelis Taklim At-Tawwabin ini memiliki pemahaman yang kuat tentang Empat Pilar, maka nilai-nilai toleransi, kejujuran, dan cinta tanah air akan tertanam sejak dini dalam keluarga kita. Persatuan bangsa ini dimulai dari kerukunan di dalam rumah tangga,” ungkap dr. Hj. Erni Daryanti di hadapan para jamaah.

Dr. Erni tidak hanya menyampaikan teori konstitusi, namun juga membumikan nilai-nilai Empat Pilar ke dalam contoh kehidupan praktis yang relevan dengan ibu-ibu majelis taklim:

  1. Pancasila dan Etika bertetangga: Bagaimana nilai ketuhanan dan kemanusiaan diwujudkan melalui sikap saling tolong-menolong tanpa memandang perbedaan.

  2. UUD 1945 dan Perlindungan Keluarga: Memberikan pemahaman tentang hak-hak perempuan dan anak yang dijamin oleh konstitusi.

  3. NKRI dan Ketahanan Pangan: Mengajak ibu-ibu mencintai produk dalam negeri dan menjaga stabilitas ekonomi keluarga sebagai bentuk kontribusi bagi kedaulatan negara.

  4. Bhinneka Tunggal Ika dalam Bermedsos: Mengingatkan pentingnya menyaring informasi (tabayyun) agar tidak terjebak dalam hoaks yang dapat memecah belah silaturahmi.

Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang muncul, mulai dari cara mendidik anak di era digital hingga bagaimana menjaga kerukunan antarumat beragama di lingkungan sekitar. dr. Hj. Erni menjawab setiap pertanyaan dengan pendekatan yang humanis dan penuh kekeluargaan, khas sosok seorang dokter sekaligus wakil rakyat yang dekat dengan rakyatnya.

Pengurus Majelis Taklim At-Tawwabin menyatakan bahwa kegiatan ini memberikan wawasan baru bagi mereka. Selama ini, Empat Pilar sering dianggap sebagai materi yang berat, namun melalui penyampaian dr. Hj. Erni, materi tersebut menjadi mudah dipahami dan terasa sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari.

“Kami ingin agar semangat dari Musholah Al Hikmah ini menular ke lingkungan yang lebih luas. Ibu-ibu yang cerdas dan nasionalis adalah kunci Indonesia yang kuat,” tutup dr. Hj. Erni sebelum mengakhiri sesi dengan doa bersama untuk keselamatan dan keberkahan bangsa.

dr. Hj. Erni Daryanti adalah anggota MPR RI yang dikenal aktif melakukan pendekatan pemberdayaan perempuan dan edukasi kesehatan. Melalui program Sosialisasi Empat Pilar, beliau berkomitmen untuk terus menyentuh berbagai lapisan masyarakat, termasuk komunitas keagamaan, guna memastikan nilai-nilai kebangsaan tetap menjadi nafas utama dalam kehidupan bermasyarakat di Kalimantan Tengah.

Sosialisasi 4 Pilar MPR RI Bersama dr. Hj. Erni Daryanti: Bangun Karakter Bangsa Sejak Dini

Menyemai Nasionalisme di Jantung Pendidikan: dr. Hj. Erni Daryanti Tekankan Pembentukan Karakter Bangsa Sejak Dini di Yayasan Al Falah

KOTAWARINGIN BARAT, KALIMANTAN TENGAH – Investasi terbesar sebuah bangsa bukan terletak pada infrastruktur fisiknya, melainkan pada kualitas karakter generasi penerusnya. Menyadari hal tersebut, dr. Hj. Erni Daryanti kembali meneguhkan komitmen kebangsaannya melalui agenda Sosialisasi Empat Pilar Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) yang diselenggarakan di Yayasan Al Falah, Jl. Iskandar No. 63, Madurejo, Kabupaten Kotawaringin Barat, pada Sabtu (13/12/2025).

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan pendidikan Islam terpadu ini mengusung tema sentral “Bangun Karakter Bangsa Sejak Dini.” Acara ini dihadiri oleh jajaran pengurus yayasan, tenaga pendidik, wali murid, serta para pelajar yang menjadi sasaran utama dalam penanaman nilai-nilai luhur Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Dalam orasi kebangsaannya, dr. Hj. Erni Daryanti memaparkan tantangan besar yang dihadapi dunia pendidikan saat ini, yakni krisis identitas di tengah kepungan budaya asing dan radikalisme digital. Menurutnya, pendidikan formal harus berjalan beriringan dengan pendidikan karakter yang bersumber pada nilai-nilai keindonesiaan.

“Karakter bangsa tidak tumbuh secara instan, ia harus disemai, dipupuk, dan dirawat sejak usia dini. Di tempat seperti Yayasan Al Falah inilah, kita meletakkan batu pertama pembangunan mental anak-anak kita. Kita ingin mereka tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga memiliki jiwa nasionalisme yang tidak tergoyahkan oleh zaman,” tegas dr. Hj. Erni Daryanti.

Narasi 4 Pilar: Dari Teori Menuju Implementasi

Dr. Erni membedah implementasi Empat Pilar dalam konteks kehidupan sekolah dan keluarga secara komprehensif:

  1. Pancasila dalam Tindakan: Mengajarkan anak-anak nilai kejujuran, disiplin, dan rasa empati sebagai perwujudan ketuhanan dan kemanusiaan.

  2. Konstitusi sebagai Pelindung: Memberikan pemahaman bahwa aturan hukum (UUD 1945) dibuat untuk menciptakan ketertiban dan perlindungan bagi setiap warga negara tanpa terkecuali.

  3. Cinta NKRI: Menumbuhkan rasa bangga terhadap produk lokal, kekayaan alam, dan kedaulatan bangsa sejak dari bangku sekolah.

  4. Bhinneka Tunggal Ika: Menanamkan kesadaran bahwa perbedaan pendapat atau latar belakang adalah rahmat yang harus disikapi dengan toleransi yang tinggi.

Pihak Yayasan Al Falah menyambut baik inisiatif dr. Hj. Erni Daryanti yang bersedia turun langsung ke lembaga pendidikan swasta di daerah. Diskusi yang berkembang dalam sosialisasi ini juga menyoroti pentingnya peran guru dan orang tua sebagai role model (teladan) dalam mempraktikkan nilai-nilai Pancasila di rumah maupun di sekolah.

“Anak-anak adalah peniru yang hebat. Jika mereka melihat kita menghargai perbedaan dan taat pada aturan, maka Empat Pilar ini akan hidup dalam sanubari mereka tanpa perlu dipaksa,” tambah dr. Hj. Erni di depan para wali murid.

Kegiatan ditutup dengan pemberian materi sosialisasi secara simbolis kepada pihak yayasan dan sesi foto bersama yang menggambarkan semangat persatuan. Diharapkan, melalui kegiatan ini, Yayasan Al Falah mampu melahirkan generasi emas yang religius sekaligus nasionalis, siap membawa Kabupaten Kotawaringin Barat menuju masa depan yang lebih gemilang.

dr. Hj. Erni Daryanti Ingatkan Pentingnya Bhinneka Tunggal Ika dalam Kehidupan Sehari-hari

Merajut Harmoni di Bumi Maratua: dr. Hj. Erni Daryanti Ingatkan Pentingnya Bhinneka Tunggal Ika dalam Kehidupan Sehari-hari

KOTAWARINGIN BARAT, KALIMANTAN TENGAH – Dalam rangkaian upaya memperkokoh integrasi bangsa di tingkat akar rumput, dr. Hj. Erni Daryanti menggelar Sosialisasi Empat Pilar Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) dengan penekanan khusus pada implementasi nilai Bhinneka Tunggal Ika. Kegiatan ini dilaksanakan dengan suasana penuh kekeluargaan di Pondok Haddadil Qulub, Kabupaten Kotawaringin Barat, pada Jumat (12/12/2025).

Dipilihnya Pondok Haddadil Qulub sebagai lokasi kegiatan memberikan dimensi spiritual yang kuat dalam membedah makna kemajemukan. Di hadapan para tokoh agama, santri, dan masyarakat lokal, dr. Hj. Erni menyampaikan narasi kebangsaan yang menekankan bahwa perbedaan adalah anugerah Tuhan yang harus dikelola dengan kebijakan hati, bukan dengan ego sektarian.

Dalam pemaparan komprehensifnya, dr. Hj. Erni Daryanti menyoroti bahwa di era modern ini, tantangan terbesar bangsa bukan lagi penjajahan fisik, melainkan keretakan sosial akibat hilangnya rasa saling menghargai. Ia mengajak audiens untuk membawa semboyan “Berbeda-beda tetapi tetap satu jua” masuk ke dalam ruang-ruang privat, mulai dari lingkungan keluarga hingga interaksi di pasar dan tempat kerja.

“Bhinneka Tunggal Ika seringkali hanya kita lihat di bawah lambang Garuda Pancasila, padahal tempat aslinya adalah di dalam perilaku sehari-hari. Menghargai tetangga yang berbeda keyakinan, tidak menyebarkan kebencian di media sosial, dan tetap bergotong royong tanpa memandang latar belakang adalah wujud nyata dari pilar ini,” tegas dr. Hj. Erni Daryanti.

Kegiatan di Pondok Haddadil Qulub ini juga membedah hubungan harmonis antara nilai-nilai keagamaan dan semangat nasionalisme. dr. Hj. Erni menjelaskan bahwa mencintai tanah air adalah bagian dari iman (hubbul wathon minal iman). Ia menekankan bahwa keberadaan pilar Bhinneka Tunggal Ika merupakan pelindung bagi setiap warga negara untuk menjalankan keyakinannya dengan aman dan damai di bawah naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Tiga poin esensial yang menjadi sorotan dalam narasi beliau meliputi:

  1. Moderasi Beragama: Membangun pemahaman bahwa keberagaman keyakinan di Kotawaringin Barat adalah kekayaan yang memperkuat fondasi daerah.

  2. Etika Bermasyarakat: Mengedepankan tabayyun (klarifikasi) dalam menerima informasi agar tidak mudah terhasut oleh isu yang memecah belah bangsa.

  3. Ketahanan Keluarga: Menjadikan keluarga sebagai unit terkecil untuk mengajarkan toleransi kepada generasi muda sejak dini.

Suasana sosialisasi berlangsung interaktif. Banyak peserta menyampaikan aspirasi mengenai pentingnya kehadiran tokoh nasional di lingkungan pondok pesantren dan pemukiman untuk memberikan pencerahan ideologis. Pimpinan Pondok Haddadil Qulub menyambut hangat kehadiran dr. Hj. Erni, menyatakan bahwa nilai-nilai kebangsaan yang disampaikan sangat selaras dengan kurikulum akhlak yang diajarkan di pondok tersebut.

“Kita ingin Kotawaringin Barat tetap menjadi zona hijau kedamaian di Kalimantan Tengah. Dengan pemahaman Empat Pilar yang kuat, kita tidak akan goyah oleh infiltrasi ideologi asing yang tidak sesuai dengan jati diri bangsa kita,” tutup dr. Hj. Erni di akhir sesi.

Kegiatan ini diakhiri dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan komitmen kolektif masyarakat Kotawaringin Barat untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga kerukunan antarumat beragama.

Perkuat Wawasan Kebangsaan, dr. Hj. Erni Daryanti Gelar Sosialisasi 4 Pilar MPR RI

 

Menyemai Benih Kebangsaan di Bumi Tambun Bungai: dr. Hj. Erni Daryanti Teguhkan Nilai 4 Pilar MPR RI bagi Masyarakat Palangka Raya

 

PALANGKA RAYA, KALIMANTAN TENGAH – Di bawah langit Kota Cantik Palangka Raya, sebuah momentum penguatan ideologi bangsa berlangsung dengan khidmat. Bertempat di Halaman Along Space, Jl. Janah Jari No. 20, pada Kamis (11/12/2025), dr. Hj. Erni Daryanti menggelar agenda Sosialisasi Empat Pilar Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI). Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh pemuda, akademisi, hingga perwakilan organisasi kemasyarakatan yang antusias menyimak arah baru penguatan karakter bangsa.

Kegiatan ini bukan sekadar pemenuhan tugas konstitusional, melainkan sebuah ikhtiar berkelanjutan untuk memastikan bahwa Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika tetap menjadi kompas moral di tengah arus disrupsi informasi dan tantangan global yang kian dinamis.

Filosofi Huma Betang sebagai Cermin Persatuan

Dalam narasi pembukanya, dr. Hj. Erni Daryanti menekankan bahwa masyarakat Kalimantan Tengah memiliki modal sosial yang luar biasa dalam memahami keberagaman. Ia mengaitkan nilai-nilai Empat Pilar dengan filosofi lokal “Huma Betang”, di mana perbedaan suku, ras, dan agama bukanlah penghalang untuk hidup rukun dalam satu atap besar bernama Indonesia.

“Indonesia adalah sebuah mosaik yang indah karena keberagamannya. Namun, keindahan ini hanya bisa terjaga jika kita memiliki perekat yang kuat. Empat Pilar MPR RI adalah fondasi yang memastikan bangunan kebangsaan kita tidak runtuh oleh ego kelompok maupun ancaman intoleransi,” ujar dr. Hj. Erni Daryanti dengan penuh penekanan.

Lebih lanjut, dr. Hj. Erni membedah tantangan kebangsaan dalam tiga perspektif utama yang menjadi sorotan dalam sosialisasi tersebut:

  1. Transformasi Nilai di Era Digital: Beliau menyoroti bagaimana media sosial sering kali menjadi panggung polarisasi. Pancasila harus hadir sebagai filter etika agar masyarakat, terutama generasi muda, tidak terjebak dalam narasi perpecahan dan hoaks yang merusak persatuan.

  2. Kedaulatan dalam Kebinekaan: Menegaskan bahwa NKRI adalah harga mati yang didasari atas kesadaran hukum yang tertuang dalam UUD 1945. Kedaulatan bukan hanya soal batas wilayah, tapi juga kedaulatan berpikir dan kemandirian ekonomi daerah.

  3. Gotong Royong Modern: Dr. Erni mendorong revitalisasi semangat gotong royong yang diadaptasikan dengan kebutuhan masa kini, seperti kolaborasi antar-komunitas untuk memajukan potensi daerah Kalimantan Tengah.

Suasana di Halaman Along Space berubah menjadi hangat saat memasuki sesi diskusi. Peserta yang hadir memberikan berbagai aspirasi mengenai pentingnya edukasi politik yang santun dan inklusif. dr. Hj. Erni Daryanti menanggapi setiap masukan dengan pendekatan yang humanis, mencerminkan sosok pemimpin yang mau mendengar langsung denyut nadi keresahan warganya.

“Palangka Raya sebagai jantung Kalimantan Tengah harus menjadi pelopor dalam praktik toleransi. Jika jantungnya sehat dan penuh semangat persatuan, maka seluruh tubuh bangsa ini akan ikut kuat,” tambahnya di sela-sela diskusi.

Acara ditutup dengan deklarasi bersama untuk terus menjaga keutuhan NKRI dan komitmen untuk menyebarluaskan nilai-nilai Empat Pilar di lingkungan keluarga serta komunitas masing-masing.

Sosialisasi 4 Pilar MPR RI: dr. Hj. Erni Daryanti Dorong Persatuan di Tengah Keberagaman

Sosialisasi 4 Pilar MPR RI: dr. Hj. Erni Daryanti Dorong Persatuan di Tengah Keberagaman dari Palangka Raya

PALANGKA RAYA, KALIMANTAN TENGAH – Dalam upaya merawat kemajemukan dan mempererat tali persaudaraan bangsa, dr. Hj. Erni Daryanti menggelar agenda Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Gedung Serbaguna Along Space, Jl. Janah Jari No. 20, Kota Palangka Raya, Kamis (11/12/2025).

Kegiatan ini mengusung tema pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman, mengingat Kalimantan Tengah merupakan daerah yang dikenal dengan semangat “Bumi Tambun Bungai” dan filosofi “Huma Betang” yang menjunjung tinggi toleransi.

Dalam orasinya, dr. Hj. Erni Daryanti memaparkan bahwa Empat Pilar MPR RI (Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika) adalah kunci utama agar bangsa Indonesia tidak mudah terpecah belah oleh isu-isu negatif maupun polarisasi sosial.

“Keberagaman adalah takdir bangsa kita, namun persatuan adalah pilihan yang harus kita perjuangkan setiap hari. Di tengah derasnya arus informasi, pemahaman akan nilai-nilai luhur bangsa harus menjadi kompas agar kita tetap satu tujuan dalam membangun daerah dan negara,” tegas dr. Hj. Erni Daryanti.

Acara yang berlangsung di Gedung Along Space ini menyoroti tiga poin strategis:

  1. Reaktualisasi Pancasila: Menjadikan Pancasila sebagai gaya hidup (lifestyle) yang mengedepankan musyawarah dan gotong royong.

  2. Harmoni dalam Keberagaman: Mengajak tokoh masyarakat dan kaum muda di Palangka Raya untuk menjadi agen perdamaian di lingkungan masing-masing.

  3. Ketahanan Nasional: Membangun kesadaran kolektif bahwa stabilitas keamanan bermula dari kerukunan antarwarga di tingkat akar rumput.

Peserta yang hadir, mulai dari perwakilan organisasi kepemudaan hingga tokoh adat, tampak antusias mengikuti diskusi interaktif. Sosialisasi ini diharapkan dapat membangkitkan kembali semangat nasionalisme yang relevan dengan tantangan zaman modern.

“Palangka Raya harus menjadi contoh nyata bagaimana perbedaan suku dan agama justru menjadi kekuatan untuk maju bersama,” pungkas dr. Hj. Erni di akhir sesi.

dr. Hj. Erni Daryanti Tekankan Pentingnya 4 Pilar MPR RI untuk Generasi Muda

Dr. Hj. Erni Daryanti Tekankan Pentingnya Implementasi 4 Pilar MPR RI Bagi Generasi Muda di SMKN 1 Kumai

KUMAI, KOTAWARINGIN BARAT – Dalam upaya memperkokoh rasa cinta tanah air dan wawasan kebangsaan di kalangan pelajar, Dr. Hj. Erni Daryanti menggelar sosialisasi Empat Pilar Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) yang bertempat di SMKN 1 Kumai, Kalimantan Tengah, pada Selasa (09/12/2025).

Kegiatan yang berlangsung di Jl. Desa Teluk Bogam ini dihadiri oleh ratusan siswa, jajaran guru, serta tokoh masyarakat setempat. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai fondasi utama dalam berbangsa dan bernegara.

Dalam pemaparannya, Dr. Hj. Erni Daryanti menegaskan bahwa generasi muda, khususnya para pelajar SMK, merupakan pilar masa depan bangsa yang harus memiliki benteng ideologi yang kuat di tengah arus globalisasi dan digitalisasi.

“Empat Pilar MPR RI bukan sekadar hafalan, melainkan kompas bagi generasi muda dalam bertindak. Di sekolah seperti SMKN 1 Kumai ini, nilai-nilai gotong royong dan toleransi harus terus dipupuk agar kalian tidak hanya kompeten secara teknis, tapi juga memiliki karakter kebangsaan yang tangguh,” ujar Dr. Hj. Erni Daryanti di hadapan para siswa.

Beberapa poin utama yang ditekankan dalam sosialisasi tersebut meliputi:

  • Pancasila sebagai Ideologi: Menjadi dasar etika dalam berinteraksi di media sosial dan lingkungan sosial.

  • UUD 1945: Memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara yang sadar hukum.

  • NKRI: Menjaga keutuhan wilayah melalui semangat persatuan di daerah.

  • Bhinneka Tunggal Ika: Menghargai perbedaan suku dan agama sebagai kekayaan bangsa, bukan pemicu perpecahan.

Pihak sekolah SMKN 1 Kumai menyambut baik inisiatif ini. Kepala Sekolah menyampaikan bahwa kehadiran tokoh nasional ke sekolah yang terletak di kawasan pesisir Teluk Bogam ini memberikan motivasi besar bagi para siswa untuk lebih mencintai tanah kelahirannya.

Acara ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif dan foto bersama sebagai simbol komitmen bersama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.