Hj. Yustina Ismiati, SH., MH : “Semua elemen atau komponen bangsa harus saling bergandengan menjaga keutuhan NKRI.”

Hj. Yustina Ismiati, SH., MH selaku Anggota MPR RI melakukan Sosisalisasi 4 Pilar MPR RI

Kondisi dan situasi saat ini memang mengharuskan semua elemen atau komponen bangsa untuk saling bergandengan menjaga keutuhan NKRI, melalui sosialisasi MPR RI ini adalah guna menjaga 4 pilar yang seharusnya kita jaga. Dan bagaimana MPR RI merespon issue yang saat ini berkembang di Masyarakat salah satunya dengan melakukan dialog dan menyerap aspirasi Masyarakat di setiap Daerah. Anggota MPR RI yang terdiri dari Anggota DPR RI dan DPD RI memiliki tugas dan wewenang dalam pengawasan sehingga dengan fungsi yang dimiliki masing-masing anggota dapat berjalan dengan baik. Sehingga issue yang beredar hangat dimasyarakat jika menyangkut stabilitas ekonomi, keamanan dan politik tentunya akan direspon secara cepat oleh pihak-pihak yang sudah kami sebutkan diatas. Terkait dengan permasalahn korupsi yang akhir-akhir ini marak terjadi dan bahkan ramai diperbincangkan dikalangan Masyarakat. Kami selaku anggota MPR RI tentunya menyerahakan sepenuhnya hal tersebut kepada pihak yang berwenang dalam hal ini seluruh komponen penegak hukum. Dan tentunya mendukung Langkah-langkah yang dilakukan oleh seluruh pihak terkait. Hal ini disampaikan oleh Hj. Yustina Ismiati, SH., MH. Selaku Anggota MPR RI bersama Pasukan Kuning dan Pasukan Hijau pada 4 Mei 2024 di Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.

Negara Indonesia adalalah Bhineka Tunggal Ika, para pendahulu terutama founding father telah menyelesaikan permasalahan tersebut dalam PANCASILA dan UUD 1945, jadi jika terjadi isu-isu yang berdampak langsung terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara tentunya kita harus mengembalikan lagi kepada tujuan awal Bangsa ini didirikan.

kegiatan ini diharapkan sebagai umpan balik bagi Anggota MPR RI dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika, sehingga dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, Dailami Firdaus Ajak BKMT menjadi garda penguatan menuju Indonesia Emas

Prof. Dr. H. Dailami Firdaus, S.H., LL.M memberikan pemahaman tentang sosialisasi empat pilar kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika) kepada pengurus dan kader Badan Kontak Majelis Taklim ( BKMT ), Sabtu (4/5/2024).

BKMT sebagai organisasi muslimah besar sangatlah memiliki peran penting sebagai garda terdepan didalam mencetak dan membentuk karakter para generasi penerus masa depan yang berkualitas. Selain melalui peran penting orang tua, pendidikan yang berkualitas juga sangat berperan penting terutama bagi generasi Z. Penguatan karakter baik yang berada dalam mata pelajaran maupun didapat melalui kegiatan-kegiatan pendukung disekolah diharapkan dapat menjadi kunci utama terjadinya peningkatan bagi generasi masa depan baik dari segi ilmu dan wawasan serta mencetak generasi yang berakhlak dan memiliki kreatifitas tentunya.

Prof Dailami menyampaikan kita semua harus bersama-sama menjaga keutuhan dan kedaulatan Indonesia, di antaranya dengan menjadikan 4 Pilar Kebangsaan sebagai nyawa sekaligus gerakan kita semua dalam berkehidupan sehari-hari. Jadikan 4 pilar sebagai semangat kita semua untuk mengabdi, menjaga Indonesia yang kita cintai dan menjadikannya sebagai dasar utama untuk kita bisa memberikan yang terbaik bagi bangsa Indonesia. Selain itu juga karakter kebangsaan juga mencakup kehadiran kerja sama antargenerasi untuk mencapai visi Indonesia yang maju serta Indonesia berdaya saing global.

Diujung saya berharap agar apa yang saya sampaikan bisa diterapkan dan bersama-sama kita lakukan mulai dari hal terkecil dan lingkungan terkecil, agar menjadi suatu kebiasaan sehinga akan terus menjadi suatu gerakan yang masif dan menuju kepada perubahan dalam kebaikan dan kebermanfaatan. Tutup Prof. Dailami Firdaus.

Hj. Yustina Ismiati, SH., MH : “4 Pilar Kebangsaan adalah satu paket kekuatan dan pondasi bangsa Indonesia yang menjadi Benteng Masa Depan”

Pangkalanbun, Kotawaringin Barat – Kalimantan Tengah

Hj. Yustina Ismiati, SH., MH menggelar sosialisasi 4 Pilar MPR RI di gedung sebaguna terbuka, Jl. HM Rafi’i, Pasir Panjang, Arut Selatan pada 15 Maret 2024. Dalam kesempatan tersebut hadir ditengah-tengah masyarakat Senator Kalimantan Tengah tersebut menyampaikan materi sosialisasi bersama narasumber lainnya. sebagai senator Provinsi Kalimantan Tengah yang sekaligus juga Anggota MPR RI beliau menyampaikan betapa pentinya dan perlu sekali sosialisasi MPR RI ini diadakan.

 

Di Era digitalisasi dan teknologi seperti saat ini generasi muda bahkan generasi tua pun sudah sibuk dengan gadget nya masing-masing. kurangnya pemahaman tentang apa itu pilar kebangsaan menjadikan adanya penurunan moral dan etika dikalangan masyarakat. maka dari itu di kesempatan tersebut Hj. Yustina Ismiati menyampaikan “Pentingnya landasan yang kokoh yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. 4 Pilar ini adalah satu paket kekuatan dan pondasi bangsa Indonesia yang dapat menjadi benteng di masa depan.

Solusi berbangsa dan benergara sudah tercantum dan termaktub didalam pilar bangsa tersebut”. Ungkap Senator Perempuan satu-satunya dari Kalimantan Tengah tersebut.

 

Bagaimana kita mengaplikasikan dari 4 pilar tersebut dalam kehidupan sehari-hari. banyak sekali falsafah hidup yang dapat kita aplikasikan untuk anak-anak kita sebagai generasi penerus bangsa. adalah nilai Gotong Royong, Toleransi dan Kerukunan antar umat beragama. ketiga hal tersebut adalah contoh hal yang bisa kita praktekan dalam kehidupan sehari-hari dilingkungan rumah atau dilingkungan sekitar kita. lunturnya budaya Gotong Royong menjadikan masyarakat Indonesia menjadi masyarakat yang hidup individualistik dan menurunnya kepekaan terhadap nilai tolong menolong. hal ini yang perlu kita kuatkan lagi secara bersama-sama, menjadi tugas bersama baik seluruh stake holder, pemerintah, dan juga masyarakat agar tercapai tujuan dan cita-cita bangsa Indonesia seperti yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945.

Dailami Firdaus, Sosialisasikan Empat Pilar Kepada Majelis Taklim

Anggota DPD/ MPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Provinsi DKI Jakarta Prof. Dr. H. Dailami Firdaus, S.H., LL.M, mensosialisasikan empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara yaitu, Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika kepada warga dan majelis taklim. Minggu (10/3/2024).

Prof. Dailami Firdaus yang biasa disapa Bang Dai selaku Anggota MPR RI terpilih mengatakan, bahwa anggota MPR itu terdiri dari anggota DPR RI dan DPD RI yang mana dalam salah satu tugas pokok dan fungsinya adalah memberikan pemahaman dan sosialisasi kepada masyarakat tentang 4 Pilar.

Pancasila tidak sekedar dihafal atau cukup didengarkan dan disampaikan, namun juga harus diaplikasikan dan diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat. Ujar Bang Dai

Kemudian UUD 1945, yang sama-sama disepakati sebagai pedoman dan sumber hukum dari perundangan – perundangan, peraturan daerah maupun peraturan lainnya yang sifatnya mengikat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

NKRI adalah komitmen kita dalam berbangsa dan bernegara, lalu Bhineka Tinggal Ika sebuah komitmen dalam menyatukan, memperkuat dan memperindah jalinan ikatan daripada suatu bangsa. Tutur Bang Dai

Saya minta kepada ibu-ibu agar dapat mengenalkan nilai-nilai Pancasila pada anak usia dini, karena hal ini sangat penting untuk membentuk karakter kepribadian anak-anak sebaagai generasi penerus bangsa.

Sehingga kita bisa memastikan bahwasannya anak-anak kita tidak hanya pintar dalam keilmuan saja, namun juga memahami dan mengedepankan adab serta nilai-nilai luhur yang sudah ada dan terjaga selama ini didalam kehidupan bermasyarakat.

“Jika semua elemen bangsa ini telah menerapkanya, saya optimis Bangsa Indonesia akan semakin besar dan berkembang dan akan tercipta masyarakat yang adil makmur, sesuai dengan cita cita beridirinya Bangsa Indonesia. Tutup Bang Dailami

Membangun Karakter Pemuda Daerah yang siap menghadapi tantangan Indonesia Emas 2045 melalui 4 Pilar Kebangsaan sebagai Solusi.

Kotawaringin Barat, 22 Januari 2024

Untuk mewujudkan Indonesia Emas, harus meratakan pendidikan di seluruh wilayah Indonesia, bila tidak impian negara maju hanya akan tinggal slogan. Ketiga, meningkatnya intoleransi di Indonesia. Beberapa tahun terakhir, Indonesia menghadapi tantangan serius terkait intoleransi dan minimnya jaminan kebebasan beragama.

Sesuai dengan visi Indonesia Emas 2045, pemuda dapat menjadi pendorong utama dalam berbagai sektor, seperti ekonomi, pendidikan, sosial, dan politik. Dengan kreativitas, semangat, dan tekad, pemuda dapat menggerakkan perubahan positif dalam masyarakat.

Beberapa faktor bisa menjadi penghambat impian Indonesia emas tahun 2045, seperti tidak waspadanya kita terhadap budaya asing yang negatif yang berperan mengubah generasi muda kita ke arah perilaku yang negatif, kemudian gagalnya kita mengelola sumber daya alam dan kekayaan kita sehingga dengan mudah diambil.

Tiga tantangan besar tersebut adalah tantangan teknologi, ekologi, dan ideologi. Dengan demikian, dapat dipahami bahwa perjuangan bangsa ini belumlah usai, terutama bagi pemuda-pemudi Indonesia yang merupakan generasi penerus bangsa. dalam kesempatan tersebut Hj. Yustina Ismiati, SH., MH menyampaikan bahwa 4 pilar bangsa Indonesia sudah menjadi jawaban dan solusi untuk menghadapi tantangan kedepan.

kegiatan yang diadakan di SMAN 2 Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat tersebut menambah wawasan baru bagi pelajar dan Gen Z yang jumlahnya cukup besar saat ini. dan bangsa Indonesia saat ini berada dalam Bonus Demografi.

Dailami Firdaus: Empat Pilar Sebagai Tuntunan Mewujudkan Generasi Emas

Peran Generasi Muda dalam Mewujudkan Indonesia Maju, ini merupakan cita-cita besar bangsa Indonesia, untuk menjadi negara maju saat usia kemerdekaan yang ke 100 tahun. Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, peran generasi muda saat ini sangatlah penting. SDM Generasi muda masa kini merupakan bagian untuk menentukan kemana arah Indonesia di masa depan. Menurut Prof Dailami Firdaus dihadapan para pemuda dan pelajar dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan pada hari selasa  23 Januari 2024.

Era digitalisasi merupakan era di mana teknologi digital telah membentuk cara hidup, bekerja, dan berinteraksi masyarakat. Era digitalisasi memberikan pengaruh yang signifikan pada upaya Indonesia untuk mencapai Indonesia Emas pada tahun 2045.

Untuk mencapai Indonesia Emas 2045 ada banyak tantangan yang harus dilalui. dimana kita harus bisa menyiapkan SDM yang berkualitas, Pembangunan Infrastruktur Digital yang memadai menjadi strategi penting dalam mewujudkan Indonesia Emas di era digitalisasi. Ujar Prof. Dr. H. Dailami Firdaus Anggota MPR DPD RI Proninsi DKI Jakarta.

Sebagai Anggota MPR RI saya berharap Empat Pilar Kebangsaan sebagai tuntunan mewujudkan Indonesia Emas pada tahun 2045 di era digitalisasi. Saya percaya bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi negara maju dan sejahtera. Untuk mencapai tujuan tersebut, perlu adanya upaya yang bersifat holistik dan kolaboratif dari seluruh elemen masyarakat. Saya mendorong pemerintah melalui Lembaga MPR RI untuk dapat fokus dalam mengimplementasikan strategi-strategi yang efektif dalam mewujudkan Indonesia Emas di era digitalisasi. Selain itu, masyarakat juga perlu terlibat aktif dalam memperkuat upaya pemerintah. Dalam menghadapi tantangan era digitalisasi, Indonesia perlu bersinergi dan mengembangkan kemampuan teknologi digital untuk mencapai Indonesia Emas pada tahun 2045.

Generasi Emas Indonesia 2045 sudah di depan mata kita sekarang. Generasi Emas harus memiliki Kualitas yang bisa bersaing kedepan. Menguatkan SDM dengan dibekali digitalisasi. Era digitalisasi merupakan era di mana teknologi digital telah membentuk cara hidup, bekerja, dan berinteraksi masyarakat. Era digitalisasi memberikan pengaruh yang signifikan pada upaya Indonesia untuk mencapai Indonesia Emas pada tahun 2045. Untuk mencapai Indonesia Emas 2045 ada banyak tantangan yang harus dilalui. dimana kita harus bisa menyiapkan SDM yang berkualitas, Pembangunan Infrastruktur Digital yang memadai menjadi strategi penting dalam mewujudkan Indonesia Emas di era digitalisasi. Tutup Bang Dailami

Habib Said Abdurrahman : Melewati Bonus Demografi Empat Pilar Kebangsaan merupakan suatu sistem yang tidak boleh ditinggalkan satupun.

Palangkaraya, 16 November 2023
saat ini Indonesia sedang berada dalam periode Bonus Demografi. Indonesia merupakan negara peringkat keempat yang memiliki jumlah penduduk terbanyak di dunia. Jumlah penduduk di Tanah Air terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.
Jumlah penduduk Indonesia mencapai 275,36 juta jiwa pada Juni 2022. Dari jumlah tersebut, ada 190,83 juta jiwa (69,3%) penduduk Indonesia yang masuk kategori usia produktif, 67,16 juta jiwa (24,39%) penduduk usia belum produktif dan sebanyak 17,38 juta jiwa (6,31%) merupakan kelompok usia sudah tidak produktif. Dengan komposisi jumlah penduduk tersebut, maka rasio ketergantungan/beban tanggungan (depency ratio) sebesar 44,3%.

Read More

Anggota MPR RI Hj. Yustina Ismiati, SH., MH Menggelar Aspirasi Masyarakat dengan Tema Pemanfaatan Kebebasan Menggunakan Teknologi Digitalisasi untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat di Era Demokrasi Pancasila

Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari dalam kehidupan saat ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif, memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam melakukan aktifitas bagi kehidupan manusia. Khusus dalam bidang teknologi, masyarakat sudah menikmati dan banyak manfaat yang dibawa oleh inovasi-inovasi yang telah dihasilkan dalam akhir-akhir tahun ini. Manfaat teknologi khususnya dalam bidang internet semakin sangat terasa bagi pemakainya, seperti misalnya para internet marketer, narablog, blogger, dan juga sekarang toko online semakin mempunyai tempat di mata para konsumen yang sedang mencari barang tertentu.

Read More

Hj. Yustina Ismiati, SH., MH meminta kepada seluruh masyarakat Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah untuk mewaspadai bahaya stunting

Kotawaringin Barat, 18 Juli 2023
Tingkat stunting sebagai dampak kurang gizi pada balita di Indonesia melampaui batas yang ditetapkan WHO. Kasus stunting banyak ditemukan di daerah dengan kemiskinan tinggi dan tingkat pendidikan yang rendah.

Indonesia digadang-gadang menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia dalam beberapa dekade mendatang. PricewaterhouseCoopers (PWC), misalnya, memprediksi ekonomi Indonesia masuk dalam lima besar dunia pada 2030, bahkan menjadi ke-4 negara dengan ekonomi terbesar di dunia pada tahun 2050 nanti. Jika itu terjadi, posisi Indonesia hanya akan ada di bawah Tiongkok, India dan Amerika Serikat.

Read More

Pemerintah Harus Tegas dalam menghadapi Gempuran Tik Tok

PITA, 07 Oktober 2023
Saat ini Sedang heboh salah satu platform sosial media dari tiongkok yang dilarang berjualan di Indonesia karena dianggap menjadi salah satu penyebab lesunya UMKM dan para pedagang kecil di Pasar. hal tersebut tentunya menjadi ramai perbincangan dikalangan masyarakat baik customer maupun seller, tentunya ada pro dan kontra yang terjadi di masyarakat.

Hal ini sebenarnya sudah terbaca sejak lama jika platform sosial media tersebut akan merebut pasar kita terutama UMKM Bahkan tak sedikit dari kalangan artist dan public figure turut berjualan dan merlakukan LIVE setiap hari untuk menarik pembeli. Tentunya ini dianggap sangat memudahkan mereka dalam meraup untung karena menggabungkan sosial media dan e-commerce dalam satu aplikasi, dimana tentunya ini sangat menjadi mudah bagi seller untuk berjualan sambil berpromosi.

Dinegara maju platform ini dengan tegas dan terang-terangan di larang digunakan warganya. seharusnya kita juga bisa belajar dan mengambil apa manfaatnya dari kebijakan negara tersebut. Dari catatan kami tak kurang ada 10 negara yang sudah melarang tegas aplikasi tersebut masuk dan dapat digunakan warganya tentunya. Dan pemerintah Indonesia baru tersadar setelah mereka menguasai pasar domestik dengan produk-produk impor yang membanjiri pasar dengan harga yang jauh lebih murah dipasaran.

Perkembangan teknologi turut mempercepat berkembangnya perdagangan bebas, sebagai negara berkembang tentunya Indonesia harus memiliki regulasi yang kuat dalam menghadapi persaingan bebas tersebut. Pemuda Cinta Tanah Air sebagai Organisasi atau Perkumpulan yang memiliki misi turut serta dalam menumbuh kembangkan potensi yang dimiliki bangsa Indonesia baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia tentunya sangat tersentil melihat hal ini. Bagaimana kecekatan serta kecepatan membaca situasi kedepan sangat penting bagi pemerintah tentunya dalam membuat kebijakan yang dapat berdampak kepada kehidupan bangsa di masa mendatang.

Dengan adanya kasus ini semoga menjadi pelajaran bagi seluruh elemen bangsa untuk dapat menjaga kedaulatan secara bersama-sama karena penjajahan di era sekarang bukan lagi dengan mengangkat senjata namun dengan melemahkan dan menyerang generasi muda melalui teknologi dan digitalisasi. *DM*